Webinar Food Safety on Seafood Products during Pandemic – 7 Januari 2021

Produk perikanan terkena dampak jangka Panjang termasuk penurunan permintaan dan harga. Awal pandemi, pesanan produk perikanan perlahan berhenti dan beberapa perusahaan tutup. Penurunan omset bisnis hingga mencapai 85% dan distributor produk perikanan mulai beralih dalam upaya mempertahankan bisnis. Restoran & Food Service turun drastis namun permintaan produk kemasan dan beku meningkat untuk persediaan yang tidak mudah rusak. Kebiasaan konsumen berubah secara dramatis, 72% konsumen telah mengurangi frekuensi belanja bahan makanan, saat ini konsumen sangat memilih berbelanja online . Produk perikanan merupakan salah satu makanan yang rentan menyebabkan terjadinya keracunan makanan apabila pengolahannya tidak dilakukan dengan benar. Oleh karena itu penerapan food safety sangat diperlukan sebagai standar untuk mengontrol dan meminimalkan potensi bahaya pada produk perikanan. Berdasarkan hal tersebut 3M Health Care Academy mengadakan Webinar “ Food Safety on Seafood Products during Pandemic “ dengan narasumber Direktur Quality AP5IKuncoro Nugroho yang juga merupakan Ketua Asosiasi Pengusaha Rajungan Indonesia ( ARPI ).  Kesehatan menjadi hal utama yang kita butuhkan terutama di kondisi pandemi saat ini. Sesuai data yang dikemukakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO ) menunjukkan bahwa sekitar 600 juta orang, atau hampir satu dari 10 orang di dunia, menderita sakitsetelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi. Keamanan pangan harus dilakukan secara tepat pada proses memasak dan pengawetan makanan untuk melindungi konsumen dari potensi penyakit ketika mengonsumsi makanan dan minuman. Melihat permasalahan tersebut, 3M sebagai perusahaan yang berbasis teknologi dan sains selama 45 tahun di Indonesia, terus memberikan solusi untuk membantu konsumennya melalui inovasi dengan tujuan untuk dapat meningkatkan setiap kehidupan. Peran teknologi sangat penting dalam memastikan efektivitas pengendalian keamanan pangan dan Molecular Detection System ( MDS ) dari 3M merupakan salah satu teknologi yang dapat meningkatkan kualitas pangan. Memanfaatkan kombinasi teknologi terkini yaitu Isothermal DNA Amplification dan Bioluminescence Detection, Molecular Detection System dari 3M merupakan sebuah alat uji yang dapat mendeteksi bakteri pada makanan seperti pemeriksaan bahan makanan terhadap kandungan bakteri patogen dengan hasil yang akurat, cepat, dan cost efisien. Hasil pengujian memiliki tingkat resolusi yang jauh lebih tinggi dalam satu tes tunggal, dan dapat memberikan informasi yang bisa segera ditindak lanjuti. Lembaga U.S. Department of Agriculture Food Safety and Inspection Service ( USDA FSIS ) telah memilih Molecular Detection System dari 3M sebagai metode utama yang akan digunakan untuk deteksi Salmonella dan Listeria monocytogenes: dua organisme patogen utama yang terus mengancam produksi dan pemrosesan makanan.

Tinggalkan Balasan