Pertukaran Keahlian Indonesia – Inggris Tentang Ketahanan Pangan Melalui Pengembangan Rantai Pasok – 7 Maret 2024

Dalam rangka menjaga ketahanan, keberlanjutan ketersediaan pangan dan pengelolaan rantai pasok, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bekerjasama dengan Kedutaan Besar Inggris di Jakarta melaksanakan Lokakarya Pengembangan Rantai Pasok yang Berdaya Saing sekaligus mengidentifikasi kerawanan impor bahan pangan. Lokakarya ini bertujuan untuk mempresentasikan pendekatan Inggris dalam mengidentifkasi kerawanan impor bahan pangan dan berbagi ide terkait upaya mencapai ketahanan pangan melalui pengembangan rantai pasok yang lebih Tangguh. Sektor pertanian memegang peranan penting baik dalam rantai pasok nasional maupun global. Pada triwulan IV-2023, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menyumbang kontribusi sebesar 11,39% terhadap perekonomian Indonesia. Capaian tersebut menempatkan sektor pertanian sebagai sektor terbesar ketiga setelah industri pengolahan ( 19,08% ) dan perdagangan ( 12,96% ). Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian – Dida Gardera saat menyampaikan bahwa kegiatan ini bagian dari rangkaian kerja sama kita dengan Pemerintah Inggris dan juga tindaklanjut ketika tahun lalu saya menghadiri Food Security Summit di London, dan juga dilakukan beberapa bilateral dengan Pemerintah Inggris. Salah satu isu yang akan dilakukan adalah kerja sama yaitu bagaimana memperkuat supply chain terkait dengan pangan ini, baik secara domestik, sharing bagaimana di UK dan di kita, dan yang lebih penting lagi bagaimana supply chain secara global. Rantai pasok di sektor pertanian tentunya memiliki sejumlah keunikan yang membedakan dengan rantai pasok di sektor lainnya. Keunikan yang dimiliki meliputi jumlah petani yang besar dengan skala produksi yang kecil, daya tahan produk terbatas, permintaan yang tidak stabil, dan sejumlah produk yang bersifat musiman. Keunikan tersebut mengakibatkan sektor pertanian membutuhkan rantai pasok yang tidak hanya efisien tetapi juga responsif dan memberi nilai tambah bagi petani. Secara reguler akan dilakukan diskusi dengan Pemerintah Inggris, terutama lewat UK Embassy, bagaimana men-develop kerja sama ini, salah satunya juga bekerja sama dengan kedeputian 7, bagaimana  memperkuat hubungan dagang antara kedua negara. Program-program nya akan ada yang lebih detail lagi bagaimana bisa memperkuat, apakah sifatnya itu capacity building atau hal-hal yang kita bisa dilakukan kerja sama. Turut hadir secara hybrid dalam kegiatan tersebut, antara lain Head of Economic and Digital British Embassy Jakarta Samuel Hayes, Penasihat Ekonomi untuk Asia-Pasifik UK Foreign Commonwealth and Development Office Steve Arrick, Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga Kemendesa PDTT Samsul Widodo, Food Security lead, UK Department for Environment, Farming and Rural AffairsShahanara Islam, para Asisten Deputi di Kedeputian Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian, Direktur IKM Pangan, Furnitur, dan Bahan Bangunan Kementerian Perindustrian Yedi Sabaryadi, Vice President of Commercial PT Kereta Api Logistik Hadi Purwanto, Kepala Unit Layanan Hilirisasi, Direktorat Inovasi, dan Korporasi – Universitas Padjadjaran Hesty Nurul Utami, Peneliti Ahli Muda Badan Riset Inovasi Nasional Kusnandar, serta para perwakilan dari K/L dan asosiasi terkait.

Tinggalkan Balasan