{"id":1126,"date":"2016-10-21T22:44:00","date_gmt":"2016-10-21T15:44:00","guid":{"rendered":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/?p=1126"},"modified":"2016-10-21T22:44:00","modified_gmt":"2016-10-21T15:44:00","slug":"1126","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/2016\/10\/21\/1126\/","title":{"rendered":"Pengembangan Industri Pengolahan Udang dan Budidaya Udang yang Berkelanjutan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>27 September,\u00a0<\/strong><strong>AP5I <\/strong>bekerjasama dengan <strong>USSEC ( US Soybean Export Council )<\/strong> mengadakan Seminar Nasional <strong>\u201c Pengembangan Industri Pengolahan Udang dan Budidaya Udang yang Berkelanjutan \u201c <\/strong>dibuka oleh <strong>Budhi Wibowo<\/strong> selaku <strong>Ketua Umum <\/strong><strong>AP5I<\/strong>. Dalam sambutannya Budhi Wibowo mengatakan pentingnya <em>Food Safety, Treacibility dan Sustainability<\/em> untuk memenuhi permintaan pasar internasional saat ini. Seminar ini sekaligus pre-launch program <strong>INDOGAP<\/strong>. Perlu adanya <em>re-branding<\/em> dan nama jual dari sistem sertifikasi cara budidaya yang baik yang dapat diterima oleh Negara luar, maka diusulkan nama <strong>INDOGAP<\/strong> yang selanjutnya akan diprogramkan pada tahun 2017.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Untuk narasumber di sesi pertama :<\/p>\n<table width=\"594\">\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"379\"><strong>Sertifikasi Internasional INDOGAP<\/strong><\/p>\n<p>Oleh : Dr. Ir. Slamet Soebijakto, M.Si<\/td>\n<td width=\"215\">Dirjen Perikanan Budidaya KKP<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"379\"><strong>Upaya Peningkatan Daya Saing Industri Perikanan Nasional <\/strong><\/p>\n<p>Oleh : Ir. Artati Widiarti M.A<\/td>\n<td width=\"215\">Direktur Bina Mutu dan Diversifikasi Produk Kelautan dan Perikanan PDSKP<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"379\"><strong><em>Aquaculture Development and Sustainability \u2013 Zona; Management Prespective <\/em><\/strong><\/p>\n<p>Oleh : Anton Immink<\/td>\n<td width=\"215\">Global Director of Aquaculture Sustianable Fishery Partnership<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Slamet Soebijakto<\/strong> dalam presentasinya mengemukakan bahwa Indonesia telah menerapkan <strong>CBIB<\/strong> sejak tahun 2004 yang terus berkembang sampai saat ini menjadi <strong>GAP <\/strong>yang sejak awal penerapannya terus dikawal oleh <strong>FAO<\/strong>. Saat ini budidaya juga terfokus pada keamanan pangan yang menjadi hulu dari proses berikutnya.\u00a0 Diharapkan tahun 2017 <strong>INDOGAP<\/strong> sudah dapat diperkenalkan dan diterapkan di semua tambak yang ada di Indonesia. <strong>KKP Budidaya<\/strong> akan membina 10.000 petambak tradisional dalam penerapan <strong>INDOGAP<\/strong> ini.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Artati Widiarti<\/strong> dalam presentasinya mengemukakan bahwa saat ini food safety tidak hanya urusan hilir atau <strong>UPI <\/strong>saja namun semakin ketatnya permintaan luar negeri maka dari sisi hulu juga harus diperhatikan. Diharapkan hulu yang di isi oleh petambak sudah siap menerapkan <em>food safety<\/em> agar kedepannya industri sebagai bagian hilir lebih mudah menjalankan <em>treacibility<\/em> dan <em>sustainability.\u00a0 <\/em><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Anton Immink<\/strong> dalam presentasinya mengemukakan bahwa <em>food safety, treacibility<\/em> dan <em>sustainability <\/em>saat ini sudah menjadi keharusan di pasar internasional. Beberapa Negara di <strong>ASEAN<\/strong> seperti <strong>Vietnam<\/strong> sudah lebih perhatian dengan hal ini, untuk itu di harapkan Indonesia bisa lebih <em>aware<\/em> terhadap food safety agar produk perikanan bisa diterima dengan mudah di pasar internasional.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Untuk narasumber di sesi kedua :<\/p>\n<table width=\"576\">\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"390\"><strong>Sertifikasi Kawasan untuk Tambak Skala Kecil <\/strong><\/p>\n<p>Oleh : Dr. Ir. Sukenda, M.Sc<\/td>\n<td width=\"185\">Fakultas Ilmu Perikanan dan Kelautan IPB<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"390\"><strong>Pengelolaan Tambak untuk Mendukung Food Safety, Traceability, dan Sustainability dalam Industri Akuakultur Indonesia <\/strong><\/p>\n<p>Oleh : Ir. Maskur, M.Si<\/td>\n<td width=\"185\">Staff Senior Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"390\"><strong>Diskusi Menyamakan Persepsi antara Industri Pengolahan, Petambak dan Pemangku Kepentingan lainnya<\/strong><\/p>\n<p>Oleh : Budhi Wibowo<\/td>\n<td width=\"185\">Ketua Umum AP5I<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Maskur <\/strong>dalam presentasinya mengemukakan pentingnya manajemen tambak yang baik untuk pemenuhan permintaan <strong>UPI<\/strong>. Saat ini permintaan dari Negara luar terhadap udang Indonesia terus meningkat namun belum dapat terpenuhi. Indonesia belum dapat mengisi peluang-peluang pasar baru karena terbentur dari jumlah produksi. Diharapkan dengan semakin ditingkatkan manajemen tambak yang baik melalui sertifikasi, tambak terbebas dari penyakit, serta produksi udang semakin tinggi. Udang asal Indonesia termasuk udang yang bebas dari penolakan karena terus menerus diperhatikan kesehatan lingkungannya dan mempunay mutu yang baik.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Sukenda<\/strong> dalam presentasinya mengemukakan saat ini semakin meningkatnya permintaan konsumen untuk produk udang berkualitas tinggi. Meningkatnya perhatian konsumen untuk keamanan pangan dan isu-isu lingkungan dan sosial. Meningkatnya permintaan konsumen untuk informasi tentang produk yang dikonsumsi dan keamanannya terhadap semua input yang digunakan. Untuk itu itu budidaya udang harus dilakukan dengan lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan, memperhatikan aspek sosial dan produknya aman dikonsumsi, salah satunya melalui sertifikasi terhadap tambak. <strong>UPI<\/strong> untuk memenuhi permintaan pasar harus menerapkan standar dalam pengelolaan keamanan pangan, sosial, dan lingkungan melalui penjaminan rekam jejak produk dari pembudidaya untuk menghasilkan produk berkualitas sehingga mampu berkompetisi di pasar internasional.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari hasil diskusi kedua sesi tersebut, rekomendasi yang dihasilkan adalah sebagai berikut :<\/p>\n<ol>\n<li style=\"text-align: justify;\">Harus segera melakukan langkah nyata meskipun kecil, berkaitan dengan semakin ketatnya tuntutan buyer tentang <em>food safety, traceabilty<\/em> dan <em>sustaiabilty<\/em>.<\/li>\n<\/ol>\n<ol start=\"2\">\n<li style=\"text-align: justify;\">Dimulai dengan melakukan regristrasi tambak secara nasional, setelah itu semua tambak diharapkan tersertifikasi secara bertahap.<\/li>\n<\/ol>\n<ol start=\"3\">\n<li style=\"text-align: justify;\">Regristrasi tambak memerlukan <strong><em>Single Identification Number<\/em><\/strong>, yang pada 5 digit awal menggunakan Kode Pos ditambah beberapa digit lagi untuk detail petambaknya.\u00a0 Registrasi\u00a0 tambak secara nasional dilakukan oleh <strong>KKP Budidaya<\/strong>.\u00a0\u00a0 <strong>UPI<\/strong> diharapkan sudah mulai menggunakan kodepos untuk <em>traceabilty <\/em>untuk bahan baku udangnya, tidak perlu menunggu selesainya registrasi atau penomoran\u00a0 tambak secara nasional.\u00a0 Bbrp manfaat penggunaan kode pos untuk penomoran tambak antara lain adalah :<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: left;\">\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 a. Kode pos diakui secara internasional<\/p>\n<p>\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 b. Bisa dilakukan untuk registrasi tambak dalam bentuk kawasan<\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li style=\"text-align: justify;\">Perlu mulai dilakukan registrasi <em>Supplier<\/em> Dilakukan oleh KKP ( PDSPKP\/BKIPM ) di support datanya oleh <strong>UPI.<\/strong><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Perlu didesign konsep dokumen bagi pencatatan di tambak yang sesederhana\u00a0mungkin tapi tetap memenuhi konsep <em>traceability<\/em>, ini merupakan tugas <strong>KKP Budidaya<\/strong> disupport <strong>Shrimp Club Indonesia<\/strong>.<\/li>\n<\/ol>\n<ol start=\"6\">\n<li style=\"text-align: justify;\">Perlu didesign konsep dokumen bagi pencatatan supplier udang yang sesederhana mungkin tapi tetap memenuhi konsep <em>traceability<\/em>, ini merupakan tugas <strong>KKP PDSPKP\/BKIPM<\/strong> disupport <strong>APCI<\/strong>.<\/li>\n<\/ol>\n<ol start=\"7\">\n<li style=\"text-align: justify;\">Pembentukan lembaga sertifikasi independen perlu dilakukan, tetapi Sertifikasi <strong>INDOGAP<\/strong> perlu segera dilaunching tanpa perlu menunggu terbentuknya lembaga sertifikasi independen tersebut.\u00a0 Untuk sementara sertifikasi <strong>CBIB<\/strong> yang sudah ada di <em>declare <\/em>sebagai <strong>INDOGAP<\/strong>, sehingga <strong>UPI<\/strong> dan <strong>KKP PDSPKP<\/strong> bisa segera mempromosikan <strong>INDOGAP<\/strong> ke dunia internasional terutama buyer.\u00a0\u00a0 Kalau nantinya kalau <strong>UPI<\/strong> sudah bisa memanfaatkan <strong>INDOGAP<\/strong> untuk meningkatkan <strong>\u201c nilai jual \u201d<\/strong> produknya maka secara otomatis <strong>UPI<\/strong> akan memberikan insentif kepada petambak yang sudah memiliki sertifikat\u00a0 <strong>INDOGAP<\/strong>.<\/li>\n<\/ol>\n<ol start=\"8\">\n<li style=\"text-align: justify;\">Perlu dilakukan sosialiasi tentang <em>food safety, traceability<\/em> dan <em>sutainability<\/em> kepada petambak-petambak kecil, ini merupakan tugas <strong>KKP Budidaya<\/strong> disupport <strong>Shrimp Club Indonesia<\/strong>.<\/li>\n<\/ol>\n<ol start=\"9\">\n<li style=\"text-align: justify;\">Perlu mulai dibentuk sistem informasi supplai udang yang berkaitan dengan rencana panen, perkiraan size dan penyakit, untuk memudahkan bagi <strong>UPI<\/strong> dalam menentukan proyeksi pasar ke depannya, ini merupakan tugas <strong>KKP Budidaya, APCI, SCI, GPMT<\/strong>.<\/li>\n<\/ol>\n<ol start=\"10\">\n<li style=\"text-align: justify;\">Perlu dibentuk team kecil yang mewakili berbagai stake holder perudangan yang bertugas untuk <strong>\u201c mengawal \u201d<\/strong> rekomendasi seminar ini bisa terlaksana.<\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>27 September,\u00a0AP5I bekerjasama dengan USSEC ( US Soybean Export Council ) mengadakan Seminar Nasional \u201c Pengembangan Industri Pengolahan Udang dan<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"class_list":["post-1126","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1126","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1126"}],"version-history":[{"count":1,"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1126\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1128,"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1126\/revisions\/1128"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1126"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1126"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1126"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}