{"id":2640,"date":"2020-06-10T14:13:24","date_gmt":"2020-06-10T07:13:24","guid":{"rendered":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/?p=2640"},"modified":"2020-06-17T14:14:50","modified_gmt":"2020-06-17T07:14:50","slug":"9-juni-2020","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/2020\/06\/10\/9-juni-2020\/","title":{"rendered":"Rapat Pembahasan Red List FDA &#8211; 9 Juni 2020"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Sehubungan dengan brafaks <strong>KBRI<\/strong> di <strong>Washington DC No. B-00133\/WASHINGTON\/200521<\/strong> tertanggal <strong>21 Mei 2020<\/strong>, perihal <strong>\u201c Eskportir Bidang Pangan pada Red List FDA \u201c<\/strong>, yang menyebutkan bahwa terdapat Unit Pengolahan Ikan ( UPI ) yang masuk kedalam <em>red list<\/em> karena dianggap tidak memenuhi persyaratan minimum keamanan pangan USA. Konsekuensi terhadap UPI\/eksportir yang masuk ke dalam <em>red list<\/em> yaitu pihak <strong>FDA<\/strong> akan melakukan Penahanan tanpa Pemeriksaan Fisik <em>( DWPE\/Detention Without Physical Examination )<\/em> yang lazim kita kenal dengan istilah <em>automatic detention<\/em>. Berkaitan dengan hal tersebut, <strong>Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Kemanana Hasil Perikanan<\/strong> <strong>KKP<\/strong> mengadakan rapat secara online ( vicon ) via zoom untuk menindaklanjuti brafaks yag diterima. Saat ini tercatat beberapa <em>import alert<\/em> dikenakan kepada eksportir perikanan Indonesia. Umumnya pelanggaran terjadi akibat eksportir tidak memantau perkembangan terkini mengenai kriteria\/standar Kesehatan terbaru <strong>FDA<\/strong> yang dirilis pada situs resminya, termasuk karena kasus lama yang belum diusulkan untuk penghapusan dalam <em>red list<\/em>. Langkah antisipasi bagi eksportir agar tidak terkena perlakukan <em>import alert<\/em> berupa <strong>DWPE<\/strong> atau <strong>DWPE with surveillance<\/strong>, eksportir perlu menyertakan hasil laporan laboratorium swasta\/independent asli untuk diperlihatkan kepada <strong>FDA<\/strong> guna dijadikan pertimbangan tambahan bagi <strong>FDA<\/strong> sebelum keputusan sanksi <em>import alert<\/em> diberlakukan. Adapun Langkah yang perlu dilakukan segera oleh eksportir yang dikenakan sanksi <em>import alert<\/em> berupa terdaftarnya eksportir dimaksud kedalam <em>red list<\/em> <strong>FDA<\/strong> yaitu :<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>UPI bersurat kepada <strong>Division of Import Operations (DIO) \u2013 FDA<\/strong> terkait permohonan penghapusan status <strong>Detention Without Physical Examination\/DWPE<\/strong> ( dihapus dari <em>red list<\/em> dan dipindahkan ke <em>green list<\/em> ). <strong>FDA <\/strong>tidak memiliki format khusus, sehingga UPI membuat format sendiri.<\/li>\n<li>Informasi tentang minimal 5 kali ekspor ke Amerika berturut-turut tanpa ada pelanggaran, dengan dokumen : <strong> Invoice, b. Packing list, c. Bill of loading, d. Us custom form 3461, e. Us custom form 7501<\/strong><\/li>\n<li>Surat permohonan penghapusan status <strong>DWPE<\/strong> ( point a ), ditujukan kepada <strong>DIO\u2013FDA<\/strong> dengan alamat: importalerts2@fda.hhs.gov atau mengirim fisik surat langsung kepada: FDA Division of Import Operations 12420 Parklawn Drive, ELEM-3109 Rockville, MD 20857.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Diperlukan juga data dan informasi lain ( secara elektronik ) yang dibutuhkan oleh <strong>USFDA<\/strong> untuk proses impor. Hal ini diperlukan, karena <strong>USFDA<\/strong> sering mengeluarkan penahanan terhadap produk impor untuk kepentingan <strong>Custom and Border Protection ( CBP )<\/strong> karena kegagalan memberikan informasi secara elektronik. UPI wajib menerapkan <strong>HACCP<\/strong> sesuai persyaratan <strong>USFDA<\/strong> dan mendokumentasikan penerapan sistem <strong>HACCP<\/strong> dengan baik, karena <strong>USFDA<\/strong> memiliki kewenangan penuh untuk melakukan inspeksi terhadap setiap eksportir yang memasukkan produknya ke USA.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sehubungan dengan brafaks KBRI di Washington DC No. B-00133\/WASHINGTON\/200521 tertanggal 21 Mei 2020, perihal \u201c Eskportir Bidang Pangan pada Red<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2641,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"class_list":["post-2640","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2640","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2640"}],"version-history":[{"count":1,"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2640\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2642,"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2640\/revisions\/2642"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2641"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2640"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2640"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2640"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}