{"id":2686,"date":"2020-06-25T13:29:37","date_gmt":"2020-06-25T06:29:37","guid":{"rendered":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/?p=2686"},"modified":"2020-06-26T13:31:08","modified_gmt":"2020-06-26T06:31:08","slug":"webinar-akuakultur-kobia-25-juni-2020","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/2020\/06\/25\/webinar-akuakultur-kobia-25-juni-2020\/","title":{"rendered":"Webinar Akuakultur Kobia &#8211; 25 Juni 2020"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Balai Besar Perikanan Budidaya Laut Lampung<\/strong>\u00a0 dan <strong>Universitas Lampung<\/strong> mengadakan<strong> Webinar Akuakultur Kobia \u201c King Kobia Harta Terpendam Akuakultur Indonesia \u201c Teknik Budidaya, Pengolahan dan Pemasaran<\/strong>. <strong>Kementerian Kelautan dan Perikanan<\/strong> terus mengembangkan sektor budidaya perikanan dan menjadi salah satu sektor prioritas dalam lima tahun ke depan. Dalam prsentasinya <strong>Dirjen Perikanan Budidaya KKP \u2013 Slamet Subijakto<\/strong> mengatakan,\u00a0 <strong>KKP<\/strong> meluncurkan komoditas ikan budidaya terbaru\u00a0<em>king cobia<\/em>\u00a0( kobia ). Budidaya\u00a0<em>king kobia<\/em>\u00a0juga berdampak positif terhadap lingkungan. Kegiatan budidaya\u00a0<em>king kobia<\/em>\u00a0sangat penting untuk mengurangi ekploitasi\u00a0<em>king kobia<\/em>\u00a0di alam.\u00a0<em>King kobia<\/em>\u00a0mempunyai\u00a0<em>tropic level<\/em>\u00a0tinggi dengan jumlah yang terbatas di alam sehingga apabila dieksploitasi di alam akan mengancam kelestarian plasma nutfahnya. Secara langsung maupun tidak, hal ini akan mempengaruhi kesejahteraan masyarakat serta keseimbangan ekosistem di perairan. <strong>Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebijakto<\/strong> mengatakan,\u00a0<em>king kobia ( Rachycentron canadum )<\/em>\u00a0akan dikembangkan menjadi komoditas unggulan baru subsektor perikanan budidaya. Sebab, king kobia merupakan spesies ikan laut karnivora yang memiliki sejumlah keunggulan untuk dibudidayakan. <em>King kobia<\/em>\u00a0memiliki performa pertumbuhan yang cepat yakni 4-6 kg setahun. Selain itu,\u00a0<em>king kobia<\/em>\u00a0juga mudah untuk diadaptasikan, dipijah, dan dibesarkan dalam kondisi budidaya. Waktu pemeliharaannya pun relatif lebih singkat dibandingkan dengan ikan laut lainnya ( berat ikan 3 kg dalam 9 bulan ). Dari segi konsumsi,\u00a0<em>king kobia<\/em>\u00a0juga memiliki keunggulan karena mengandung EPA, DHA, dan asam lemak omega 3 lainnya. Kualitas dagingnya juga sempurna dengan tekstur dagingnya yang putih. <strong>BBPPL Lampung<\/strong> dan\u00a0<em>stakeholders<\/em>\u00a0yang terlibat dalam pengembangan komoditas king kobia. king kobia merupakan komoditas ikan laut yang sedang naik daun dan terus disosialisasikan kepada para pembudidaya. Teknologi budidaya king kobia di <strong>BBPBL Lampung<\/strong> telah berkembang pesat dan sukses dalam melakukan pemeliharaan induk, pemijahan induk, pemeliharaan larva, produksi benih, serta kegiatan produksi ukuran konsumsi di Keramba Jaring Apung ( KJA ).\u00a0 <strong>BBPBL Lampung<\/strong> telah memulai kegiatan pemeliharaan larva kobia di\u00a0<em>hatchery\u00a0<\/em>secara\u00a0<em>indoor<\/em>\u00a0dari tahun 2009. Dengan berbagai tahapan teknologi yang telah dilakukan, dapat dijelaskan bahwa King kobia bukan merupakan ikan hasil rekayasa genetika. Dalam presentasi <strong>Rika Puspita<\/strong> dari <strong>Silly Fish Indonesia<\/strong> yang juga merupakan anggota <strong>AP5I<\/strong> mengatakan dari segi pemasaran,\u00a0<em>king kobia<\/em>\u00a0memiliki pasar yang luas karena dapat dipasarkan sebagai ikan segar beku maupun\u00a0<em>fillet<\/em>. Selain itu, king kobia juga banyak digunakan untuk\u00a0<em>sport fishing<\/em>. Pasar\u00a0<em>king kobia<\/em>\u00a0masih terbuka luas, baik pasar dalam negeri maupun pasar ekspor. Dagingnya enak, empuk dan bisa diolah dalam sajian apapun. Terutama untuk kualitas premiumnya ada banyak sekali. Slamet mengatakan, preferensi konsumen terhadap kualitas daging kobia ini sangat baik. Selain itu, pasar ekspor ikan kobia cukup terbuka antara lain Hongkong, Taiwan, Jepang, Australia, dan Eropa. <strong>Munti Sarida<\/strong> dari <strong>Universitas Lampung<\/strong> mengatakan ke depannya, pengembangan budidaya\u00a0<em>king kobia<\/em>\u00a0akan dilakukan\u00a0 melalui budidaya ikan yang baik dan tersertifikasi yang menerapkan kaidah Cara Pembenihan Ikan yang Baik ( CPIB ) dan Cara Budidaya Ikan yang Baik ( CBIB ) dengan standar Internasional yang sesuai dengan permintaan pasar perikanan global. Melalui sertifikasi tersebut, bukan hanya aspek mutu,\u00a0<em>food safety<\/em>, dan\u00a0<em>social responsibility<\/em>, namun juga menerapkan aspek-aspek keberlanjutan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Balai Besar Perikanan Budidaya Laut Lampung\u00a0 dan Universitas Lampung mengadakan Webinar Akuakultur Kobia \u201c King Kobia Harta Terpendam Akuakultur Indonesia<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2687,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"class_list":["post-2686","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2686","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2686"}],"version-history":[{"count":1,"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2686\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2688,"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2686\/revisions\/2688"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2687"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2686"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2686"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2686"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}