{"id":4970,"date":"2023-10-24T15:49:00","date_gmt":"2023-10-24T08:49:00","guid":{"rendered":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/?p=4970"},"modified":"2023-10-30T15:52:01","modified_gmt":"2023-10-30T08:52:01","slug":"konsultatif-dan-permohonan-penyediaan-data-terkait-identifikasi-proyek-potensial-dan-prioritas-investasi-di-wppnri-572-24-oktober-2023","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/2023\/10\/24\/konsultatif-dan-permohonan-penyediaan-data-terkait-identifikasi-proyek-potensial-dan-prioritas-investasi-di-wppnri-572-24-oktober-2023\/","title":{"rendered":"Konsultatif dan Permohonan Penyediaan Data Terkait Identifikasi Proyek Potensial dan Prioritas Investasi di WPPNRI 572 &#8211; 24 Oktober 2023"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi <\/strong>bersama dengan <strong>Konservasi Indonesia <\/strong>sedang melakukan kajian kebutuhan investasi public dan swasta yang dapat mendukung transformasi ekonomi biru di <strong>WPPNRI 572<\/strong> meliputi <strong>Provinci Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Bengkulu, Lampung, dan Banten<\/strong> yang membutuhkan data rencana strategis dan data rencana investasi sektor ekonomi biru. Dalam upaya menggali potensi dan mengimplementasikan strategi ekonomi biru, yang melibatkan keseimbangan antara kesejahteraan jangka panjang dan keberlanjutan ekosistem, diperlukan sebuah panduan yang kuat. Ekonomi biru memandang alam sebagai sumber pembelajaran utama, mengoptimalkan sumber daya alam dalam kerangka ekosistem alami, dan menerapkan tindakan regeneratif guna mempertahankan kelimpahan sumber daya. Komitmen terhadap arah ini semakin ditegaskan oleh <strong>Menteri Kelautan dan Perikanan<\/strong> pada akhir tahun 2022, yang menyatakan bahwa arah kebijakan pembangunan kelautan dan perikanan 2021 -2024 adalah berbasis ekonomi biru. Ruang lingkup strategi ekonomi biru terdiri dari lima pilar penting: (i) perluasan wilayah konservasi, (ii) penerapan kebijakan penangkapan ikan berkelanjutan berdasarkan kuota dan zona penangkapan, (iii) pengembangan perikanan budidaya berkelanjutan dengan fokus pada ekspor di laut, pesisir, dan perairan tawar, (iv) pengendalian aktivitas ekonomi merusak di wilayah pesisir, pulau-pulau kecil, dan perairan, dan (v) upaya pengurangan limbah plastik di laut. Untuk mendukung strategi ekonomi biru, <strong>Yayasan Konservasi Indonesia<\/strong> bersama-sama dengan Pemerintah Indonesia melalui <strong>Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi ( Kemenko Marves )<\/strong> dan <strong>Kementarian Kelautan dan Perikanan ( KKP )<\/strong>, dan atas bantuan <strong>Green Climate Fund ( GCF )<\/strong> menggagas <strong>Program Blue Halo S<\/strong> atau dikenal dengan <strong>KAIL ( Konservasi Alam dan Perikanan Lestari )<\/strong> yang merupakan pendekatan terintegrasi dan komprehensif untuk pengelolaan sumber daya alam kelautan dan perikanan. Secara bersama, lembaga-lembaga ini sedang mengkaji kebutuhan dan opsi pembiayaan yang dapat mendukung transformasi ekonomi biru di <strong>WPPNRI 572<\/strong>. Kajian ini didukung oleh <strong>konsorsium Abt Associates<\/strong>, termasuk <strong>Yayasan Konservasi Alam Nusantara ( YKAN )<\/strong> dan <strong>Landscape Indonesia<\/strong>. Beberapa kegiatan telah dilaksanakan sebagai bagian dari kegiatan kajian yaitu: 1) Diskusi kelompok terfokus di tingkat provinsi yang melibatkan 6 provinsi dan dinas-dinas terkait di wilayah percontohan WPPNRI 572; Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung dan Banten, 2) Wawancara mendalam dengan beberapa pihak swasta di sektor perikanan dan pengolahan produk perikanan di wilayah WPPNRI 572, 3) wawancara dengan K\/L terkait. Proses kajian yang dilakukan mengidentifikasi kegiatan-kegiatan di sektor kelautan dan perikanan, termasuk kajian prioritas investasi dan identifikasi awal proyek-proyek potensial yang mendukung transformasi ekonomi biru. Menindaklanjuti temuan-temuan di daerah, <strong>Yayasan Konservasi Indonesia<\/strong> didukung oleh <strong>konsorsium Abt Associates<\/strong>, akan melaksanakan pertemuan konsultatif di level nasional. Pertemuan ini akan mengundang pihak-pihak dari sektor kelautan dan perikanan baik pemerintah maupun swasta untuk mengidentifikasi minat dan potensi pembiayaan ekonomi biru, serta memberi masukan terkait prioritas investasi dan potensi proyek yang dapat dikembangkan melalui program <strong>Konservasi Alam dan Perikanan Lestari ( KAIL ).<\/strong> Melalui pertemuan ini, diharapkan sinergi antara berbagai sektor dapat diwujudkan untuk mendorong transformasi ekonomi biru yang berkelanjutan dalam wilayah kelautan dan perikanan di Indonesia, terutama di WPPNRI 572 yang merupakan lokasi pilot <strong>Program Blue Halo S<\/strong>. 2. Tujuan Tujuan utama dari pertemuan konsultatif ini adalah: a. Mengidentifikasi proyek-proyek potensial yang dapat mendukung perkembangan sektor ekonomi biru di WPPNRI 572 dan menentukan prioritas investasi untuk proyek-proyek tersebut. b. Mendorong kolaborasi antara pihak pemerintah, lembaga terkait, dan pihak swasta dalam pengembangan sektor ekonomi biru.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi bersama dengan Konservasi Indonesia sedang melakukan kajian kebutuhan investasi public dan swasta yang dapat<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4971,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"class_list":["post-4970","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4970","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4970"}],"version-history":[{"count":1,"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4970\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4972,"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4970\/revisions\/4972"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4971"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4970"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4970"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4970"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}