{"id":5621,"date":"2025-01-08T13:04:00","date_gmt":"2025-01-08T06:04:00","guid":{"rendered":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/?p=5621"},"modified":"2025-03-21T13:10:18","modified_gmt":"2025-03-21T06:10:18","slug":"penyusunan-buku-tarif-kepabeanan-indonesia-btki-2028-8-januari-2025","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/2025\/01\/08\/penyusunan-buku-tarif-kepabeanan-indonesia-btki-2028-8-januari-2025\/","title":{"rendered":"Penyusunan Buku Tarif Kepabeanan Indonesia ( BTKI ) 2028 &#8211; 8 Januari 2025"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td>Sehubungan dengan surat Direktur Teknis Kepabeanan nomor: S-7\/BC.02\/2025 tanggal 6 Januari 2025 terkait usulan klasifikasi barang dalam penyusunan Buku Tarif Kepabeanan Indonesia (BTKI) 2028 atau ASEAN Harmonized Tarif Nomenclature (AHTN) 2028, bersama ini disampaikan hal-hal sebagai berikut: <br><br>1. Buku Tarif Kepabeanan Indonesia ( BTKI ) adalah dokumen yang memuat nomenklatur klasifikasi barang ( Kode Harmonized System-Kode HS ) yang digunakan untuk keperluan tarif, statistik, rules of origin, pengawasan komoditi impor\/ekspor dan keperluan lainnya. BTKI disusun berdasarkan Harmonized System ASEAN Harmonized Tariff Nomenclature ( AHTN ) yang diterapkan secara seragam oleh negara-negara anggota ASEAN dengan penomoran barang sampai tingkat 8 ( delapan ) digit. <br><br>2. AHTN direviu dan diamandemen secara berkala sejalan dengan amandemen HS oleh World Custom Organization ( WCO ) setiap 5 tahun. Namun pada pertemuan Ke-72 di WCO, diputuskan siklus reviu diperpanjang menjadi 6 tahun untuk mengkompensasi waktu yang hilang akibat COVID-19. Sehingga nomenklatur HS yang baru akan berlaku mulai 1 Januari 2028. <br><br>3. Masing-masing negara ASEAN dapat menyampaikan masukan dalam penyusunan AHTN 2028 yang akan dibahas dalam Pertemuan ASEAN Technical Sub-Working Group On Classification ( TSWGC ). <br><br>4. Berkenaan dengan hal tersebut, mohon kiranya Bapak\/Ibu dapat menginventarisir produk-produk di bawah binaan instansi Bapak\/Ibu yang belum ada pos tarif kode HS pada BTKI\/AHTN 2022 untuk diusulkan masuk dalam struktur AHTN 2028. <br><br>5. Untuk menjustifikasi keberadaan pos tarif tertentu masuk dalam kode HS tersendiri pada struktur BTKI\/AHTN, diperlukan data dan informasi sebagai berikut:<br>    a. Usulan uraian dan spesifikasi yang lengkap untuk dapat mengidentifikasi barang tersebut, seperti foto barang, proses pembuatan, komposisi, fungsi dan\/atau informasi terkait lainnya.<br>    b. Nilai perdagangan intra dan ekstra ASEAN minimal rata-rata US$ 2 juta selama 2 tahun terakhir untuk pos tarif yang diusulkan.<br>    c. Justifikasi dan informasi lainnya terkait pencantuman suatu pos tarif.<br><br>6. Disamping itu, pencantuman pos tarif dapat mempertimbangkan ketentuan \u201cDevelopment Dimensions\u201d, dimana produk tersebut merupakan produk baru\/inovasi yang menjadi kepentingan negara anggota, tidak termasuk barang yang dikendalikan; kelestarian lingkungan hidup, dan dukungan terhadap pembangunan ekonomi daerah tertinggal atau daerah yang terkena bencana alam, sejalan dengan komitmen WTO. Namun demikian, produk tersebut akan dilakukan monitoring dan akan dihapus apabila setelah 2 kali siklus review AHTN tidak memenuhi kriteria teknis untuk dipertahankan, misalnya nilai perdagangan atau perbedaan tarif.<br><br>7. Informasi lebih lanjut dapat mengakses tautan https:\/\/bit.ly\/ahtn2028.<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sehubungan dengan surat Direktur Teknis Kepabeanan nomor: S-7\/BC.02\/2025 tanggal 6 Januari 2025 terkait usulan klasifikasi barang dalam penyusunan Buku Tarif<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5622,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[70],"tags":[],"class_list":["post-5621","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-other-news"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5621","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5621"}],"version-history":[{"count":1,"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5621\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5623,"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5621\/revisions\/5623"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5622"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5621"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5621"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5621"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}