{"id":5742,"date":"2025-05-20T14:42:54","date_gmt":"2025-05-20T07:42:54","guid":{"rendered":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/?p=5742"},"modified":"2025-05-21T14:43:56","modified_gmt":"2025-05-21T07:43:56","slug":"webinar-peluang-ekspor-produk-perikanan-indonesia-di-pasar-jepang-20-mei-2025","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/2025\/05\/20\/webinar-peluang-ekspor-produk-perikanan-indonesia-di-pasar-jepang-20-mei-2025\/","title":{"rendered":"Webinar Peluang Ekspor Produk Perikanan Indonesia di Pasar Jepang &#8211; 20 Mei 2025"},"content":{"rendered":"\n<p>Dalam rangka mendorong peningkatan ekspor produk perikanan Indonesia ke pasar international serta kerja sama <strong>Ditjen PEN dan Perwakilan Perdagangan RI di Jepang<\/strong> untuk partisipasi pada pameran <strong>The Japan International Seafood &amp; Technology Expo ( JISTE ) 2025 di Tokyo<\/strong>, <strong>Direktorat Pengembangan Ekspor Produk Primer \u2013 Ditjen PEN Kementerian Perdagangan<\/strong> mengadakan <strong>Webinar Peluang Ekspor Produk Perikanan Indonesia di Pasar Jepang<\/strong> yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada para pelaku usaha perikanan Indonesia dalam meningkatkan daya saing produk dan informasi peluang untuk ekspor ke pasar Jepang. Dengan rencana dikenakannya tarif impor baru oleh USA ( <em>resiprokal<\/em> ) kepada Indonesia, maka Indonesia perlu melakukan perluasan pasar secara optimal salah satunya adalah Jepang. Untuk produk perikanan, Jepang merupakan salah satu negara tujuan ekspor yang masih bisa dikembangkan.\u00a0 Jepang merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia, dengan hubungan ekonomi yang telah terjalin lama. \u00a0Jepang adalah salah satu dari lima ekonomi terbesar di dunia, dengan industri yang sangat maju, terutama dalam teknologi dan manufaktur. Hal ini membuka peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan ekspor bahan baku dan produk manufaktur ke Jepang. Pada tahun 2024, Jepang menjadi mitra dagang terbesar ke-3 bagi Indonesia, dengan nilai ekspor mencapai USD 20,7 miliar. Perjanjian ekonomi seperti <strong>IJEPA, AJCEP<\/strong>, dan <strong>RCEP<\/strong> telah membantu mengurangi hambatan tarif dan meningkatkan akses pasar bagi produk Indonesia di Jepang. Perdagangan produk perikanan Indonesia ke Jepang dengan <strong>HS Code 03<\/strong> meliputi <em>Fish and Crustaceans, Molluscs, Aquatic invertebrates<\/em>, mencapai USD 383 juta.\u00a0 Produk perikanan yang banyak di butuhkan oleh Jepang adalah <strong>Tuna, Udang Vanamei, Udang Black Tiger, Gurita, Rumput Laut,<\/strong> dll. Jepang adalah konsumen tuna terbesar di dunia, mengimpor lebih dari 300.000 ton setiap tahun, terutama untuk pasar sashimi premium. Indonesia adalah produsen tuna terbesar secara global, memasok tuna yellowfin, skipjack, dan bigeye; memasok 17-20% pasukan tuna global. Kedekatan geografis Indonesia dengan Jepang memungkinkan pengiriman lebih cepat, produk lebih segar, dan biaya logistik lebih rendah dibanding pemasok lain yang lebih jauh. Indonesia semakin meningkatkan sertifikasi keberlanjutan ( seperti MSC dan FIP ), sejalan dengan permintaan Jepang akan produk laut yang tertelusur dan ramah lingkungan. Untuk mengembangkan pasar produk perikanan di Jepang, Kementerian Perdagangan berpartisipasi aktif pada <strong>Pameran JISTE 2025<\/strong> \u2013 <strong>Japan International Seafood and Technology Expo 20 \u2013 22 Agustus 2025<\/strong> yang rencananya akan melibatkan beberapa industri perikanan dari Indonesia dengan memperkenalkan komoditas perikanan seperti <em>chepalopod<\/em>, ikan beku, <em>seacucumber<\/em>, <em>dried seaweed<\/em>, <em>frozen octopus<\/em>, udang segar beku, <em>scallops, shells<\/em>, olahan kepiting, gurita, lobster, <em>frozen fillet, <\/em>dan <em>dried flying fish roe <\/em>( tobiko ).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam rangka mendorong peningkatan ekspor produk perikanan Indonesia ke pasar international serta kerja sama Ditjen PEN dan Perwakilan Perdagangan RI<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5743,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"class_list":["post-5742","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5742","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5742"}],"version-history":[{"count":1,"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5742\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5744,"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5742\/revisions\/5744"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5743"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5742"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5742"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5742"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}