{"id":6276,"date":"2026-07-08T15:08:33","date_gmt":"2026-07-08T08:08:33","guid":{"rendered":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/?p=6276"},"modified":"2026-07-16T15:10:29","modified_gmt":"2026-07-16T08:10:29","slug":"rakornis-ketahanan-pangan-dari-laut-pangan-akuatik-untuk-mendukung-swasembada-pangan-8-juli-2026","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/2026\/07\/08\/rakornis-ketahanan-pangan-dari-laut-pangan-akuatik-untuk-mendukung-swasembada-pangan-8-juli-2026\/","title":{"rendered":"Rakornis Ketahanan Pangan Dari Laut ( Pangan Akuatik ) untuk Mendukung Swasembada Pangan &#8211; 8 Juli 2026"},"content":{"rendered":"\n<p>Sejalan dengan agenda strategis <strong>Astacita Presiden Republik Indonesia<\/strong>, khususnya dalam mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan dan hilirisasi industri berbasis sumber daya alam, serta dalam mendukung RPJMN 2025-2026 dalam mencapai target sektor perikanan, <strong>Kementerian Koordinator Bidang Pangan<\/strong> melalui <strong>Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim<\/strong> mengadakan <strong>Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis)<\/strong> dengan tema <strong>\u201cKetahanan Pangan dari Laut (Pangan Akuatik) untuk Mendukung Swasembada Pangan\u201d<\/strong>. Pembangunan sektor kelautan dan perikanan memiliki peran strategis dalam mendukung agenda pembangunan nasional sekaligus implementasi <strong>Asta Cita Presiden Prabowo Subianto<\/strong>. Sektor kelautan dan perikanan berkontribusi dalam memperkuat kedaulatan pangan melalui penyediaan protein ikan dan garam, mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, menurunkan angka kemiskinan, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia.\u00a0Dalam mendukung target swasembada pangan nasional, KKP mengonsolidasikan <strong>Enam Program Kerja Prioritas Nasional<\/strong> yang menjadi tanggung jawab kementerian, yaitu <strong>Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP)<\/strong> melalui pembangunan 5.000 lokasi hingga 2029 sebagai pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir. Kemudian <strong>Budidaya Ikan Darat Tematik<\/strong> melalui pengembangan 40.000 titik budidaya di 500 kabupaten\/kota untuk mendukung penyediaan protein nasional.\u00a0 Program lainnya ada <strong>Swasembada Garam Nasional<\/strong> melalui pembangunan hingga 2.000 hektare tambak garam guna mengurangi ketergantungan impor. Disusul program Revitalisasi Tambak Pantura Jawa seluas sekitar 14.000 hektare untuk mendukung swasembada protein sekaligus rehabilitasi kawasan pesisir. Selanjutnya pembangunan <strong>Kawasan Tambak Udang Terintegrasi<\/strong> di Waingapu seluas 2.000 hektare sebagai kawasan budidaya udang modern yang ramah lingkungan, serta program <strong>Modernisasi Kapal Perikanan<\/strong> untuk meningkatkan produktivitas, daya saing nelayan, dan mendukung kebijakan penangkapan ikan terukur.\u00a0Dalam implementasinya, Program Kerja Prioritas Nasional sektor kelautan dan perikanan, dilaksanakan dengan pendekatan bottom-up, yaitu melalui pelibatan aktif masyarakat, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan sejak tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program. Pendekatan ini memastikan bahwa program yang dijalankan menjawab kebutuhan dan potensi lokal, memperkuat rasa memiliki (ownership) masyarakat, serta meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan pembangunan di wilayah pesisir. Pelaksanaan enam program kerja prioritas nasional sektor kelautan perikanan akan meningkatkan posisi tawar nelayan sekaligus memperkuat rantai pasok pangan nasional.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sejalan dengan agenda strategis Astacita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan dan hilirisasi industri berbasis<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6277,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"class_list":["post-6276","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6276","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6276"}],"version-history":[{"count":2,"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6276\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6279,"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6276\/revisions\/6279"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6277"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6276"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6276"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6276"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}