{"id":6296,"date":"2026-07-21T15:13:12","date_gmt":"2026-07-21T08:13:12","guid":{"rendered":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/?p=6296"},"modified":"2026-07-27T15:15:48","modified_gmt":"2026-07-27T08:15:48","slug":"peresmian-ocean-institute-of-indonesia-oii-21-juli-2026","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/2026\/07\/21\/peresmian-ocean-institute-of-indonesia-oii-21-juli-2026\/","title":{"rendered":"Peresmian Ocean Institute of Indonesia ( OII ) &#8211; 21 Juli 2026"},"content":{"rendered":"\n<p>Dalam rangka mendukung pelaksanaan program prioritas pemerintah serta implementasi Kebijakan Ekonomi Biru Kelautan dan Perikanan, telah ditetapkan penggunaan nomenklatur Ocean Institut of Indonesia (OII) sebagai identitas Pendidikan Tinggi di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Inisiatif ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat citra dan daya saing Pendidikan tinggi kelautan dan perikanan, sehingga mampu menjadi pusat unggulan yang diakui serta menjadi rujukan bagi dunia usaha, dunia industri, dan mitra internasional. <strong>Menteri Sakti Wahyu Trenggono<\/strong> menyatakan bahwa gagasan menyatukan 11 satuan pendidikan vokasi KKP ini telah dirancang sejak lama dan dipersiapkan secara matang. Penyatuan tersebut bertujuan untuk membangun sistem pendidikan yang lebih terintegrasi serta mampu menjawab kebutuhan industri kelautan dan perikanan. Keinginan untuk mengubah institusi ini secara menyeluruh, mulai dari kurikulum, fasilitas, hingga orientasi kelulusannya. Sebelas satuan pendidikan yang kini berada di bawah naungan OII mencakup Politeknik Ahli Usaha Perikanan dan sejumlah Politeknik Kelautan dan Perikanan di berbagai daerah. Daftar tersebut juga meliputi Akademi Komunitas Wakatobi sebagai bagian dari institusi baru ini. Masing-masing kampus OII nantinya akan memiliki bidang keunggulan yang berbeda, seperti penangkapan ikan, budi daya, maupun pengolahan hasil perikanan. Dengan demikian, institusi-institusi tersebut tidak lagi mengajarkan kompetensi yang sama. <strong>Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan<\/strong> menyatakan, pembentukan OII sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor kelautan dan perikanan. Sektor tersebut dinilai sebagai salah satu prioritas utama dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. OII dapat menjadi Center of Excellence yang bisa menghasilkan startup-startup baru di sektor kelautan dan perikanan.\u00a0 <strong>Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto<\/strong> menilai OII berpotensi menjadi pusat keunggulan atau <em>Center of Excellence<\/em>. Lembaga ini diharapkan mampu menghasilkan riset, inovasi, serta sumber daya manusia yang unggul di bidang kelautan dan perikanan. OII dinilai dapat menjadi pusat keunggulan yang mampu menumbuhkan rintisan usaha atau startup baru di sektor kelautan dan perikanan. \u00a0<strong>Kepala BPPSDM KP I Nyoman Radiarta<\/strong> melaporkan bahwa seluruh satuan pendidikan dalam OII menerapkan pendidikan vokasi berbasis kebutuhan industri. Peserta didik di institusi ini seluruhnya berasal dari keluarga pelaku usaha kelautan dan perikanan. Institusi pendidikan di bawah KKP tercatat telah meluluskan 27.819 alumni hingga saat ini. Mayoritas dari para alumni tersebut berhasil terserap di dunia usaha dan industri. Dalam kesempatan yang sama, KKP melalui BPPSDM KP juga menandatangani sejumlah kerja sama penting. Kerja sama tersebut dijalin dengan berbagai perguruan tinggi serta mitra strategis baik dari dalam maupun luar negeri.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam rangka mendukung pelaksanaan program prioritas pemerintah serta implementasi Kebijakan Ekonomi Biru Kelautan dan Perikanan, telah ditetapkan penggunaan nomenklatur Ocean<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6297,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"class_list":["post-6296","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6296","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6296"}],"version-history":[{"count":1,"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6296\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6298,"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6296\/revisions\/6298"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6297"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6296"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6296"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6296"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}