{"id":6389,"date":"2026-08-10T16:34:58","date_gmt":"2026-08-10T09:34:58","guid":{"rendered":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/?p=6389"},"modified":"2026-08-24T16:36:06","modified_gmt":"2026-08-24T09:36:06","slug":"specialty-indonesia-2026-10-13-agustus-2026","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/2026\/08\/10\/specialty-indonesia-2026-10-13-agustus-2026\/","title":{"rendered":"Specialty Indonesia 2026 ( 10 &#8211; 13 Agustus 2026 )"},"content":{"rendered":"\n<p>Dalam rangka meningkatkan daya saing produk pangan olahan Indonesia di pasar global, <strong>Direktorat Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar \u2013 Kementerian Perindustrian<\/strong> mengadakan kegiatan <strong>Specialty Indonesia 2026<\/strong> pada <strong>10-13 Agustus 2026<\/strong>. Specialty Indonesia telah dilaksanakan sejak tahun 2024, merupakan wadah promosi, pengembangan pasar, dan jejaring usaha melalui pameran, business matching, kompetisi, dan seminar. <strong>Wakil Menteri Perindustrian &#8211; Faisol Riza<\/strong> mengatakan, Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam dan keragaman komoditas yang menjadi modal besar bagi pengembangan industri\u00a0<em>specialty<\/em>\u00a0dan artisan. Berbagai komoditas seperti kopi, teh, kakao, hortikultura, olahan susu, cerutu, hingga produk fermentasi berbasis bahan baku lokal memiliki karakteristik dan keunggulan yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah tinggi. Menurut Wamenperin, pengembangan produk\u00a0<em>specialty<\/em>\u00a0menjadi bagian penting dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri. Kekayaan bahan baku yang dimiliki Indonesia perlu dioptimalkan melalui inovasi, penguatan kualitas, desain, pengemasan,\u00a0<em>branding<\/em>, serta strategi pemasaran yang tepat. Dengan demikian, produk Indonesia tidak hanya unggul dari sisi bahan baku, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang semakin tinggi. Besarnya peluang pengembangan industri\u00a0<em>specialty<\/em>\u00a0nasional tercermin dari sejumlah sektor yang telah memiliki posisi strategis maupun prospek pasar yang menjanjikan. Berbagai capaian dan potensi tersebut, menurut Kemenperin, perlu diperkuat melalui peningkatan kualitas produk, inovasi, standardisasi, desain dan kemasan, serta pembangunan merek. Pelaku industri juga perlu semakin terkoneksi dengan calon pembeli dan jaringan distribusi agar keunggulan produk Indonesia dapat dikonversi menjadi peningkatan transaksi dan ekspor. Specialty Indonesia 2026 juga memberikan perhatian terhadap\u00a0industri produk hasil fermentasi. Indonesia sesungguhnya memiliki kekayaan produk fermentasi berbasis kearifan dan bahan baku lokal. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya terbangun menjadi satu ekosistem industri nasional yang terintegrasi. Potensi tersebut membuka ruang bagi pengembangan berbagai produk olahan fermentasi berbasis bahan baku lokal sebagai subsektor industri yang mampu menciptakan nilai tambah sekaligus menghasilkan produk yang berdaya saing. Pada penyelenggaraan tahun ini, Specialty Indonesia memperkenalkan\u00a0Indonesian Fermentation Forum Experience\u00a0sebagai ruang untuk mengangkat potensi fermentasi Indonesia dari warisan lokal menjadi bagian dari pengembangan industri modern yang bernilai tambah dan berdaya saing. Sementara itu, <strong>Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin &#8211; Putu Juli Ardika<\/strong> menyampaikan, Specialty Indonesia 2026 menjadi salah satu upaya Kemenperin dalam membuka peluang pengembangan usaha, meningkatkan daya saing industri dalam negeri, sekaligus mempromosikan produk specialty berbasis bahan baku lokal kepada pasar potensial. Kehadiran perwakilan perdagangan negara sahabat serta berbagai pelaku usaha dalam kegiatan\u00a0<em>Business Matching<\/em>\u00a0diharapkan dapat memperluas akses pasar sekaligus membuka peluang kemitraan baru bagi industri specialty nasional.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam rangka meningkatkan daya saing produk pangan olahan Indonesia di pasar global, Direktorat Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6390,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[70],"tags":[],"class_list":["post-6389","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-other-news"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6389","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6389"}],"version-history":[{"count":1,"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6389\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6391,"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6389\/revisions\/6391"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6390"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6389"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6389"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6389"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}