{"id":977,"date":"2016-08-18T22:26:59","date_gmt":"2016-08-18T15:26:59","guid":{"rendered":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/?p=977"},"modified":"2016-08-18T22:28:33","modified_gmt":"2016-08-18T15:28:33","slug":"focus-group-discussion","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/2016\/08\/18\/focus-group-discussion\/","title":{"rendered":"Focus Group Discussion"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>14 \u2013 15 Juni 2016,\u00a0<\/strong>Menjelang puasa dan lebaran, harga ikan diperkirakan cenderung mengalami kenaikan sebesar 10 sampai 20 persen sebagai akibat meningkatnya permintaan ikan dan juga keterbatasan pasokan khususnya ikan laut. Tren pola peningkatan harga ikan yang terjadi di beberapa kota besar adalah bahwa kenaikan harga ikan akan dimulai pada H-7 sebelum puasa. Memasuki minggu ke-2 bulan puasa harga akan kembali normal dan baru akan meningkat kembali H-4 sampai H+7 lebaran. Pola permintaan ikan di kota-kota besar pada H-7 sebelum puasa mengalami kenaikan, kemudian menurun pada minggu ke-3 bulan puasa. Peningkatan permintaan ikan akan terjadi kembali secara signifikan pada H+2 lebaran khususnya untuk jenis-jenis tertentu seperti udang, gurame, lele, nila, \u00a0, Bandeng, dan kerapu. Guna mendapatkan masukan status terkini terkait ketersediaan dan permintaan ikan menjelang puasa dan lebaran 2016, pada tanggal 14 \u2013 15\u00a0 Juni 2016 <strong>Ditjen PDSPKP<\/strong> mengadakan <strong><em>Focus Group Discussion<\/em><\/strong> yang melibatkan Dinas Kelautan dan Perikanan dari 8 Provinsi, suplier utama ikan di beberapa kota-kota besar, kementerian teknis terkait, horeka, ritel dan asosiasi perikanan termasuk <strong>AP5I<\/strong>. Dalam FGD ini lebih dititikberatkan pada upaya menjamin ketersediaan dan kestabilan harga produk perikanan di pasar dalam negri.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>14 \u2013 15 Juni 2016,\u00a0Menjelang puasa dan lebaran, harga ikan diperkirakan cenderung mengalami kenaikan sebesar 10 sampai 20 persen sebagai<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"class_list":["post-977","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/977","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=977"}],"version-history":[{"count":2,"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/977\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":980,"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/977\/revisions\/980"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=977"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=977"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=977"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}