{"id":1240,"date":"2017-01-11T20:51:10","date_gmt":"2017-01-11T13:51:10","guid":{"rendered":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/?p=1240"},"modified":"2017-01-11T21:06:20","modified_gmt":"2017-01-11T14:06:20","slug":"1240","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/2017\/01\/11\/1240\/","title":{"rendered":"Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>21 Desember 2016,\u00a0<\/strong>Dalam rangka persiapan sosialisasi penetapan kuota pengambilan tumbuhan alam dan penangkapan satwa liar TSL tahun 2017, <strong>Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem<\/strong> mengadakan pertemuan untuk membahas pencermatan rekomendasi kuota TSL periode tahun 2017. Pertemuan di pimpin oleh <strong>Bambang Dahono Adji selaku Direktur Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem<\/strong>. Di infokan draft rekomendasi kuota hasil diskusi dengan LIPI sebagai pemberi rekomendasi kuota. Dalam pertemuan ini <strong>Budhi Wibowo Ketua Umum AP5I<\/strong> memberikan beberapa masukan terkait dengan kuota paha katak yang dibutuhkan oleh <strong>anggota AP5I<\/strong> ( 8 perusahaan pengolahan paha katak anggota <strong>AP5I<\/strong> ) dan meminta untuk kuota yang diberikan 98% untuk ekspor dan 2% untuk dalam negri.\u00a0 Selain itu dilaporkan juga bahwa saat ini anggota <strong>AP5I<\/strong> sedang tahap pengajuan Ijin Edar dan Ijin Tangkap ( dan beberapa anggota sudah selesai ijin edar dan ijin tangkapnya ). Untuk itu selanjutnya diperlukan kerjasama antara <strong>AP5I<\/strong> dan <strong>KLH<\/strong> mengenai kesulitan yang terjadi dilapangan dalam pengurusan ijin-ijin tersebut terutama didaerah.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>21 Desember 2016,\u00a0Dalam rangka persiapan sosialisasi penetapan kuota pengambilan tumbuhan alam dan penangkapan satwa liar TSL tahun 2017, Direktorat Konservasi<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"class_list":["post-1240","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1240","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1240"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1240\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1245,"href":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1240\/revisions\/1245"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1240"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1240"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1240"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}