{"id":1512,"date":"2017-09-19T17:51:57","date_gmt":"2017-09-19T10:51:57","guid":{"rendered":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/?p=1512"},"modified":"2017-09-19T17:51:57","modified_gmt":"2017-09-19T10:51:57","slug":"1512","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/2017\/09\/19\/1512\/","title":{"rendered":"Asosiasi Pembudidaya Catch Fish Indonesia ( APCI )"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>24 Agustus 2017,\u00a0<\/strong><strong>Ketua Umum AP5I Budhi Wibowo<\/strong> berdiskusi dengan beberapa pengurus <strong>Asosiasi Pembudidaya Catch Fish Indonesia ( APCI ).<\/strong>\u00a0 Beberapa poin hasil diskusi tersebut antara lain :<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Dengan semakin ketatnya pemerintah untuk melarang import pangasius dari vietnam ( yang sering disebut dengan dori ), permintaan pasar lokal produk patin fillet semakin bertambah besar sehingga merupakan kesempatan bagi UPI untuk mengisi kekosongan pasar tersebut.<\/li>\n<\/ol>\n<ol style=\"text-align: justify;\" start=\"2\">\n<li>Istilah\/nama patin fillet di masyarakat terkesan sebagai ikan murah sehingga perlu di cari nama lain yang <strong>\u201c lebih menjual \u201d<\/strong>. Penggunaan nama <strong>Dori<\/strong> secara strategis kurang bagus karena dori konotasinya adalah pangasius dari vietnam.\u00a0 Kalau sekarang kita mempromosikan nama Dori, dikhawatirkan nanti kalau import pangasius vietnam dibuka lagi, maka patin lokal akan terdesak oleh produk vietnam.\u00a0\u00a0 Berdasarkan hal-hal tersebut, diusulkan untuk menggunakan dan mempromosikan\u00a0 nama <strong>Pangasius<\/strong> atau <strong>Indonesia Pangasius<\/strong> pada produk patin fillet yang dijual di masyarakat ( di masyarakat yang saat ini dinamakan patin bukan merupakan spesies lokal tapi spesies import dengan nama <em>Pangasinodon hypopthalmus\/ Pangasius hypoptalmus<\/em>).<\/li>\n<\/ol>\n<ol style=\"text-align: justify;\" start=\"3\">\n<li>Mengingat banyak negara yang mulai mempersoalkan aspek <em>food safety<\/em> pangasius dari vietnam, merupakan kesempatan yang sangat baik bagi Indonesia untuk mempromosikan pangasius Indonesia. \u00a0Meskipun harga pangasius dari Indonesia\u00a0 masih lebih mahal masih terbuka peluang bagi Indonesia untuk menggantikan pasar pangasius vietnam asalkan kita bisa meyakinkan bahwa pangasius dari Indonesia berkualitas baik dan sehat (bebas dari bahan-bahan berbahaya\/cemaran). Salah satu hal yang bisa kita tonjolkan dalam mempromosikan pangasius Indonesia adalah pangasius Indonesia dibudidayakan pada kolam yang airnya berasal dari mata air sehingga bebas dari kontaminasi pollutan.<\/li>\n<\/ol>\n<ol style=\"text-align: justify;\" start=\"4\">\n<li>Pasar lokal untuk lele menghendaki size dibawah 200 gram, sehingga pembudidaya lele akan sangat senang kalau ada UPI yang bisa menerima lele size besar karena selama ini lele size besar dihargai lebih murah di pasar lokal.<\/li>\n<\/ol>\n<ol style=\"text-align: justify;\" start=\"5\">\n<li><strong>APCI<\/strong> sangat mendukung upaya mempertemukan pabrik pakan, pembudidaya dan UPI untuk mendiskusikan upaya nyata memperbesar pasar olahan patin dan lele baik dalam negeri maupun ekspor.\u00a0 Sebagai pilot project disarankan untuk dilakukan di Jawa Timur khususnya hasil budidaya dari wilayah tulung agung, kediri dan sekitar mengingat pada daerah tersebut terdapat cukup banyak petambak besar dan kualitas patin dan lelenya cukup bagus.<\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>24 Agustus 2017,\u00a0Ketua Umum AP5I Budhi Wibowo berdiskusi dengan beberapa pengurus Asosiasi Pembudidaya Catch Fish Indonesia ( APCI ).\u00a0 Beberapa<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"class_list":["post-1512","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1512","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1512"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1512\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1514,"href":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1512\/revisions\/1514"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1512"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1512"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1512"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}