{"id":3400,"date":"2021-04-10T14:02:00","date_gmt":"2021-04-10T07:02:00","guid":{"rendered":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/?p=3400"},"modified":"2021-05-21T14:06:10","modified_gmt":"2021-05-21T07:06:10","slug":"undangan-diseminasi-hasil-side-event-sidang-komite-sps-wto-ke-79-9-april-2021","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/2021\/04\/10\/undangan-diseminasi-hasil-side-event-sidang-komite-sps-wto-ke-79-9-april-2021\/","title":{"rendered":"Undangan Diseminasi Hasil Side Event Sidang Komite SPS &#8211; WTO ke 79 &#8211; 9 April 2021"},"content":{"rendered":"\n<p>Menindaklanjuti rangkaian pertemuan komite SPS yang telah diselenggarakan pada tanggal 23 \u2013 26 Maret 2021, <strong>Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian<\/strong> mengadakan <strong>Diseminasi Hasil Side Event Sidang Komite SPS-WTO ke-79<\/strong>. Diseminasi ini dipimpin oleh <strong>Kepala Pusat Kepatuhan, Kerjasama dan Informasi Perkarantinaan Kementerian Pertanian<\/strong>. Hal-hal yang dibicarakan dan perlu ditindaklanjuti dalam Sidang Komite SPS-WTO diantaranya :&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>1. &nbsp;&nbsp;<em>Good Regulatory Practices<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;<em>Decision<\/em>\/ Keputusan<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Berkontribusi dalam implementasi perjanjian TBT WTO secara efektif sehingga menghindari hambatan teknis perdagangan<ul><li>Prinsip dan prosedur GRP perlu diterapkan oleh setiap anggota dengan berkoordinasi internal dengan semua institusi dan stakeholder terkait.<\/li><\/ul><\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>&nbsp;Rekomendasi :&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Peningkatan koordinasi internal setiap anggota<ul><li>Pelaksanaan RIA untuk setiap regulasi teknis yang ditetapkan&nbsp; dan dipublikasikan<\/li><\/ul><\/li><\/ul>\n\n\n\n<p><strong>2. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;<em>Regulatory cooperation between members<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><em>Decision<\/em>\/ Keputusan<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Kerjasama antar anggota terkait regulatory system perlu ditingkatkan<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Rekomendasi :<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Perlu dilanjutkan sesi <em>sharing experience <\/em>terkait topik tertentu<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p><strong>3. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;<em>Technical regulation<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Rekomendasi:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Untuk melakukan diskusi untuk memfasilitasi pemenuhan persyaratan wajib labelling untuk produk di setiap sektor<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p><strong>4. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;<em>Conformity Assessment Procedures<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><em>Decision<\/em>\/ Keputusan :<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Pemenuhan terhadap 5 artikel terkait prosedur penilaian kesesuaian dengan definisi dalam annex 1. 3 TBT WTO . Artikel 5 dan 6 terkait pemehuhan kewajiban bagi pemerintah pusat, dan 7,8,9 pemenuhan pemerintah local\/darah, NGO dan Kerjasama internasional terkait saling pengakuan hasil penilaian kesesuaian.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Rekomendasi :<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Melanjutkan sesi <em>sharing experience<\/em><ul><li>Inisiasi penyusunan <strong>panduan penilaian kesesuaian dengan memperhatikan resiko produk<\/strong><\/li><\/ul><ul><li>Melakukan diskusi terkait <strong><em>risk assessment<\/em><\/strong>, pengawasan <strong><em>post market <\/em>dan NQI<\/strong><\/li><\/ul><\/li><\/ul>\n\n\n\n<p><strong>5. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Transparansi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Rekomendasi :<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Peningkatan fungsi <strong><em>enquiry point<\/em><\/strong><ul><li>Fasilitasi <em>enquiry point <\/em>untuk penggunaan eping di stakeholder <em>(early warning system)<\/em><\/li><\/ul><ul><li>Peningkatan <strong>Koordinasi internal <\/strong>(contoh di Indonesia : Komnas dan KK)<\/li><\/ul><ul><li><strong>Notifikasi<\/strong> (kelengkapan informasi, teks dlm bhs Inggris)<\/li><\/ul><ul><li>Penanganan tanggapan (publikasi tanggapan)<\/li><\/ul><ul><li>Notifikasi ke dua komite <strong>TBT dan SPS jika beririsan<\/strong><\/li><\/ul><\/li><\/ul>\n\n\n\n<p><strong>6.<em> &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Standard<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><em>Decision<\/em>\/keputusan :<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Penggunaan standar internasional dalam regulasi teknis<ul><li>Keterlibatan anggota dalam pengembangan standar internasional<\/li><\/ul><ul><li>Penyusunan satndar sesuai dengan <em>code of good practice adoption of standard<\/em> (annex 3 TBT WTO agreement)<\/li><\/ul><\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>&nbsp;Rekomendasi :&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Melakukan diskusi terkait penggunaan standar dalam regulasi teknis dan sharing <em>best practice<\/em><\/li><li>Inisiasi workshop peran gender dalam penyusunan standar<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p><strong>7. <em>Technical Assistance<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Rekomendasi<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Melanjutkan sesi <em>sharing experience <\/em>kegiatan <em>technical assistance<\/em> yg dilakukan oleh donor<ul><li>Meminta sekretariat TBT untuk menyusun presentasi&nbsp; <em>feasibility dan challenge <\/em>terkait pelaksanaan TA oleh anggota donor<\/li><\/ul><ul><li>Menyusun panduan penyiapan tanggapan thd regulasi teknis<\/li><\/ul><\/li><\/ul>\n\n\n\n<p><strong>8. <em>Operation of TBT committee<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Rekomendasi:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>WTO funding untuk <em>Least development countries <\/em>hadir sebagai pembicara dalam <em>thematic session<\/em><ul><li>Perbaikan mekanisme <em>e agenda <\/em>dengan memasukkan <em>statement <\/em>STC dan disirkulasikan 15 hari sebelum meeting<\/li><\/ul><ul><li>Pembahasan terkait status STC (terselesaikan\/belum terselesaikan)<\/li><\/ul><\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Hasil Sidang Komite TBT WTO yang sudah berlangsung pada bulan Februari 2021 adalah sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Sidang Reguler Komite TBT WTO telah diselenggarakan pada tanggal 23 \u2013 26 Februari 2021 secara <em>hybrid<\/em><\/li><li><em>Thematic Session <\/em>membahas <em>Ninth Triennial Review <\/em>berdasarkan proposal yang disampaikan oleh Anggota terkait implementasi TBT <em>Agreement<\/em><\/li><li><em>Formal Meeting Session <\/em>membahas <em>Specific Trade Concern <\/em>(STC)yang diajukan oleh Anggota,<ul><li>India &#8211; <em>Plain Copier Paper Quality Order<\/em>, 2020 (STC <em>Raised by Indonesia<\/em>)<\/li><\/ul><ul><li>UU No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (<em>STC faced by Indonesia<\/em>)<\/li><\/ul><ul><li>US, EU, Canada, Australia, dan New Zealand<\/li><\/ul><\/li><li>Meminta Indonesia untuk menotifikasi PP 31\/2019 dan KMA 464,<\/li><li>Memberikan penjelasan terkait ruang lingkup dan timeline pemberlakuan, persyaratan sertifikasi, pengemasan, pelabelan dan registrasi untuk masing-masing kategori produk, penjelasan mengenai MRA<\/li><li>Permintaan untuk memberikan waktu transisi yang memadai sebelum peraturan ini benar-benar belaku. Selain itu, mereka juga meminta pertimbangan ulang terkait kewajiban informasi non-halal bagi produk yang tidak bersertifikasi halal.<\/li><li>Tujuan implementasi produk halal adalah untuk perlindungan masyarakat muslim terkait integritas produk halal<\/li><li>Indonesia telah menyediakan masa transisi dan penahapan yang cukup untuk setiap produk yang diatur dalam UU Jaminan Produk Halal;<\/li><li>Indonesia terbuka terhadap kerjasama G to G dalam prosedur penilaian kesesuaian dan keberterimaan sertifikat produk halal dari luar Indonesia<\/li><li>Indonesia telah menotifikasi rancangan PP tentang implementasi Jaminan Produk Halal yang akan mencabut PP No. 31\/2019.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p><em>Cross Cutting Issues <\/em>TBT &amp; SPS<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>TBT<\/strong><\/li><li>Tujuan utama: Jaminan kualitas dan keamanan produk serta perlindungan terhadap lingkungan<\/li><li>Standar, regulasi teknis dan penilaian kesesuaian<\/li><li>Cakupan karakteristik produk seperti bentuk, ukuran, desain dan performance atau proses dan metode<\/li><li><strong>SPS<\/strong><\/li><li>Tujuan utama: Perlindungan kesehatan manusia, tanaman, hewan<\/li><li>Menjamin keamanan produk pangan sebelum dikonsumsi manusia<\/li><li>Mencegah penyebaran hama dan penyakit pada tanaman dan hewan<\/li><li>Mengurangi resiko terhadap residu pestisida atau obat yang digunakan selama perkembangan hewan dan tumbuhan<\/li><li>Mengurangi resiko kontaminan (logam berat), toksin atau penyakit pada makanan, minuman, dan pakan ternak.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Strategi Indonesia dalam menanggapi regulasi teknis negara lain :<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Optimalisasi fungsi Kelompok Kerja ( KK ) Komnas Hambatan Teknis Perdagangan terutama pada sector yang terkait pangan atau umum, khususnya antara BSN dengan Barantam Kementan.<\/li><li>Pelibatan Stake holder seperti akademisi dalam pembahasan terkait teknis.<\/li><li>Penguatan posisi Indonesia melalui pengumpulan database ilmiah serta kemungkinan diskusi ilmiah nasional dalam membahas isu actual.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Publikasi weekly news, rekapitulasi potensi hambatan teknis dari regulasi yang dinotifikasi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menindaklanjuti rangkaian pertemuan komite SPS yang telah diselenggarakan pada tanggal 23 \u2013 26 Maret 2021, Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3401,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"class_list":["post-3400","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3400","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3400"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3400\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3402,"href":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3400\/revisions\/3402"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3401"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3400"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3400"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3400"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}