{"id":4495,"date":"2022-10-07T15:25:00","date_gmt":"2022-10-07T08:25:00","guid":{"rendered":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/?p=4495"},"modified":"2022-10-19T15:31:34","modified_gmt":"2022-10-19T08:31:34","slug":"webinar-meningkatkan-akses-pasar-global-melalui-sertifikasi-yang-diakui-internasional-6-oktober-2022","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/2022\/10\/07\/webinar-meningkatkan-akses-pasar-global-melalui-sertifikasi-yang-diakui-internasional-6-oktober-2022\/","title":{"rendered":"Webinar Meningkatkan Akses Pasar Global melalui Sertifikasi yang Diakui Internasional &#8211; 6 Oktober 2022"},"content":{"rendered":"\n<p>Dalam upaya meningkatkan akses pasar untuk produk perikanan Indonesia, <strong>UNIDO Global Quality and Standards Program ( GQSP )<\/strong> bekerjasama dengan <strong>Kementerian Kelautan dan Perikanan ( KKP )<\/strong> dan <strong>Badan Standaddisasi Nasional ( BSN )<\/strong> serta <strong>Global Sustainable Seafood Initiative ( GSSI )<\/strong> mengadakan Webinar dengan topik <strong>\u201c Meningkatkan Akses Pasar untuk Produk Makanan Laut Indonesia di Pasar Global melalui Sertifikasi yang Diakui secara Internasional \u201c<\/strong>. Webinar berlangsung secara hybrid dan dibuka oleh <strong>National Chief Technical Advisor UNIDO GQSP Indonesia &#8211; Sudari Pawiro<\/strong>. \u00a0Tujuan dilaksanakan webinar ini adalah untuk meningkatkan <em>awareness<\/em> penerap SNI produk perikanan agar produknya lebih dikenal di pasar global yaitu melalui sertifikasi. Webinar menghadirkan narasumber yaitu <strong>Direktur Penguatan Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian BSN &#8211; Triningsih Herlinawati<\/strong> dan <strong>Partnership Manager GSSI &#8211; Eva van Heukelom<\/strong> serta pembahas yakni <strong>Analisis Pasar Hasil Perikanan Ahli Utama PDSPKP &#8211; Artati Widiarti<\/strong> yang dimoderatori oleh <strong>Akademisi Sekolah Tinggi Perikanan &#8211; Achmad Poernomo<\/strong>. Dalam kesempatan tersebut, Triningsih memaparkan <strong>\u201c Penerapan SNI pada Produk Perikanan; Kepentingan, Manfaat, Tantangan, dan Kisah Sukses \u201d<\/strong> yang menjelaskan mengenai pengenalan standardisasi dan penilaian kesesuaian ( SPK ), rantai keberterimaan internasional, kolaborasi dengan pemangku kepentingan dalam penetapan dan penerapan skema akreditasi dan sertifikasi, serta dukungan BSN terhadap sektor perikanan. Tercatat hingga saat ini, berdasarkan data Komite Akreditasi Nasional terdapat 20 lembaga sertifikasi produk terakreditasi ( diantaranya 3 LSPro IndoGAP yaitu BBPBAT Sukabumi, BPBAP Takalar, dan BBPBAP Jepara ), 32 ruang lingkup sertifikasi produk terkait perikanan, 9 Lembaga Sertifikasi Sistem Manajemen Keamanan Pangan, 9 Lembaga Sertifikasi HACCP, serta 299 SNI produk perikanan dan 4 Komite Teknis Pengembangan Standar lingkup Perikanan. Sementara, Eva van Heukelom menyampaikan proses benchmarking GSSI dan manfaat pengakuan internasional atas produk perikanan di pasar global serta peluang IndoGAP untuk diakui secara internasional. Dalam presentasiya dijelaskan bahwa sertifikasi global yang berlaku di beberapa negara tujuan ekspor dapat dilakukan melalui lembaga sertifikasi dari pihak ketiga ( LSPro ). GSSI sendiri sebelumnya pernah bekerja sama dengan KKP dalam penyusunan sertifikasi IndoGAP. Diharapkan melalui webinar ini, para pelaku usaha dapat memahami bagaimana penerapan standar produk perikanan sehingga mampu meyakinkan pasar pentingnya persyaratan mutu serta keamanan produk perikanan yang pada akhirnya produknya dapat diterima di pasar global.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam upaya meningkatkan akses pasar untuk produk perikanan Indonesia, UNIDO Global Quality and Standards Program ( GQSP ) bekerjasama dengan<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4496,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"class_list":["post-4495","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4495","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4495"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4495\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4497,"href":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4495\/revisions\/4497"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4496"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4495"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4495"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4495"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}