{"id":4915,"date":"2023-09-01T13:32:00","date_gmt":"2023-09-01T06:32:00","guid":{"rendered":"http:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/?p=4915"},"modified":"2023-09-21T13:33:14","modified_gmt":"2023-09-21T06:33:14","slug":"implementasi-kerjasama-adaptasi-ekspor-produk-perikanan-di-provinsi-bali-1-september-2023","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/2023\/09\/01\/implementasi-kerjasama-adaptasi-ekspor-produk-perikanan-di-provinsi-bali-1-september-2023\/","title":{"rendered":"Implementasi Kerjasama Adaptasi Ekspor Produk Perikanan di provinsi Bali &#8211; 1 September 2023"},"content":{"rendered":"\n<p>Dalam rangka meningkatkan daya saing produk unggulan daerah pasarglobal, <strong>Direktorat Pengembangan Ekspor Produk Primer \u2013 Ditjen PEN \u2013 Kementerian Perdagangan<\/strong> bekerjasama dengan <strong>PT. YAS Exports Internasional ( Lulu Group International )<\/strong>, mengadakan kegiatan Implementasi Kerjasama dengan tema <strong>\u201c Adaptasi Ekspor Produk Perikanan di provinsi Bali \u201c<\/strong>. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan daya saing produk unggulan daerah dipasar global khususnya pasar UAE. <strong>Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer &#8211; Merry Maryati<\/strong> membuka kegiatan <strong>Adaptasi Produk Perikanan di Pasar Uni Emirat Arab ( UEA ) <\/strong>yang merupakan implementasi kerja sama <strong>Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional ( DJPEN ) Kementerian Perdagangan<\/strong> dengan <strong>PT. Yas International <\/strong>yang ditandatangani pada Juli 2023 di Dubai &#8211; Uni Emirat Arab. Dalam sambutannya, disampaikan bahwa Indonesia, dengan sumber daya kelautan yang melimpah, menawarkan berbagai jenis ikan, udang, lobster, kerang, dan produk perikanan lainnya yang sangat diminati di pasar internasional. Produk-produk ini tidak hanya dikenal akan kelezatannya, tetapi juga memberikan jaminan atas kualitas dan kebersihan yang sesuai dengan standar internasional. UEA merupakan salah satu negara tujuan ekspor potensial bagi produk-produk perikanan Indonesia terutama untuk produk ikan dan udang yang masuk dalam ekspor peringkat ke 35. Data ekspor untuk produk ikan Indonesia ke UEA pada tahun 2022 mencapai USD 4,09 juta atau meningkat 26,81% disbanding tahun 2021 ( USD 3,22 juta ). Dilihat dari trend pertumbuhan ekspor produk perikanan ke UEA selama periode 2018 \u2013 2022 mengalami trend menurun 11,23% pertahun. Lebih jauh pada periode Januari \u2013 Mei 2023 nilai ekspor produk perikanan Indonesia mencapai USD 2,56 juta meningkat 53,72% jika dibandingan nilai ekspor Indonesia pada periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai USD 1,66 juta. Pada tahun 2022 produk perikanan yang banyak diekspor ke UEA yaitu tuna ( 28,46% ), ikan kerapu, layur, bawal hitam, kakap merah beku ( 29,92% ), ikan tenggiri dan ikan bawal putih beku ( 12,86%, cumi beku 9 7,39% ) dan ikan cakalang ( 1,08% ). Bali merupakan provinsi ke 9 terbesar yang mengekspor produk perikanan Indonesia ke UEA. Pada tahun 2022 nilai ekspor produk perikanan Bali mencapai USD 148,36 juta dengan share 3,21%. Sedangkan pada periode Januari \u2013 April 2023 mencapai 42,82 juta turun 11,92% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai USD 48,62 juta. Kegiatan ini di ikuti oleh lebih dari 40 orang yang terdiri dari pelaku usaha dan asosiasi. Narasumber pada kegiatan ini yaitu <strong>Kepala ITPC Dubai &#8211; Muhammad Khomaini; Ketua Tim Kerja Harmonisasi dan Registrasi, Pusat Pengendalian Mutu, Kementerian Perikanan dan Kelautan &#8211; Siti Nurul Fahmi; Ketua Umum Asosiasi Produsen Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia ( AP5I ) &#8211; Budhi Wibowo; dan Corporate Affairs Director Lulu Group International &#8211; Luthfi<\/strong>. Adaptasi produk ini merupakan sesi kedua dari rangkaian kegiatan adaptasi tahun 2023.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam rangka meningkatkan daya saing produk unggulan daerah pasarglobal, Direktorat Pengembangan Ekspor Produk Primer \u2013 Ditjen PEN \u2013 Kementerian Perdagangan<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4916,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"class_list":["post-4915","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4915","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4915"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4915\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4917,"href":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4915\/revisions\/4917"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4916"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4915"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4915"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4915"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}