{"id":5627,"date":"2025-02-03T13:18:48","date_gmt":"2025-02-03T06:18:48","guid":{"rendered":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/?p=5627"},"modified":"2025-03-21T13:25:35","modified_gmt":"2025-03-21T06:25:35","slug":"pembagian-kuota-ekspor-tumbuhan-dan-satwa-liar-tsl-tahun-2025-3-februari-2025","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/2025\/02\/03\/pembagian-kuota-ekspor-tumbuhan-dan-satwa-liar-tsl-tahun-2025-3-februari-2025\/","title":{"rendered":"Pembagian Kuota Ekspor Tumbuhan dan Satwa Liar ( TSL ) Tahun 2025 &#8211; 3 Februari 2025"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td>Sehubungan telah ditetapkan kuota pengambilan tumbuhan alam dan penangkapan satwa liar ( TSL ) tahun 2025 melalui <strong>Keputusan Direktur Jenderal KSDAE Nomor 277 tahun 2024<\/strong> tanggal <strong>31 Desember 2024<\/strong> dan sejalan dengan program pemerintah untuk hilirisasi komoditas produk, dengan ini disampaikan hal-hal sebagai berikut : <br><br>1. Pengambilan atau penangkapan jenis TSL dari habitat alam dilaksanakan berdasarkan kuota yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal untuk kurun waktu 1 tahun takwim mulai tanggal 1 Januari sampai dengan 31 Desember.<br><br>2. Pemanfaatan kuota penangkapan dan pengambilan tumbuhan dan satwa liar diperuntukan bagi kepentingan pemanfaatan didalam negeri dan ke luar negeri. <br><br>3. Sesuai dengan pasal 154 Peraturan Menteri LHK No. 18 tahun 2024 disebutkan sebagai berikut :<br>    a. Direktur menetapkan pembagian kuota untuk keperluan ekspor jenis TSL kepada pemegang Perizinan Berusaha Peredaran Jenis TSL luar negeri setelah mempertimbangkan rekomendasi dari Kepala Balai. <br>    b. Kepala Balai dalam memberikan rekomendasi pembagian kuota komersial untuk keperluan ekspor jenis TSL dapat mempertimbangkan saran dari Asosiasi. \u00a0<br><br>4. Dalam rangka pelaksanaan mandat penetapan pembagian kuota ekspor komersial tahun 2025, sebagai bahan persiapan pembagian kuota ekspor agar dilakukan hal-hal antara lain :<br>    a. Seluruh pemegang izin usaha pengedar TSL ke Luar Negeri wajib menyampaikan permohonan usulan kuota ekspor Perusahaan tahun 2025 kepada Direktur KSG dan Kepala BBKSDA\/BKSDA setempat dengan tembusan kepada Asosiasi (untuk komoditi yang memiliki asosiasi).<br>    b. Asosiasi pemanfaat TSL wajib melakukan pembahasan internal pembagian kuota ekspor dengan anggotanya dan pemilik izin pengedar luar negeri baru jenis TSL bersangkutan.<br>    c. Asosiasi wajib berkoordinasi dengan BBKSDA\/BKSDA setempat dan dapat memberi saran terkait kinerja Perusahaan sebagai dasar pertimbangan rekomendasi kuota ekspor bagi eksportir di wilayahnya. <br>    d. Kepala Balai Besar\/Balai KSDA menyampaikan rekomendasi eksportir di wilayah kerjanya kepada Direktur KSG dan dapat mempertimbangkan saran dari asosiasi. <br>    e. Pemegang izin usaha pengedar TSL ke Luar Negeri yang mendapatkan kuota ekspor tahun 2024 wajib menyampaikan laporan realisasi berupa dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang ( PEB ) sesuai dengan nomor SATS LN yang diterbitkan pada tahun 2024 kepada Direktur KSG.<br><br>5. Kepala Balai Besar\/ Balai KSDA dalam menyampaikan rekomendasi Perusahaan di wilayah kerjanya minimal memenuhi hal-hal sebagaimana kriteria evaluasi perizinan berusaha peredaran jenis TSL dalam negeri\/luar negeri pada lampiran Peraturan Menteri LHK Nomor 15 tahun 2023 tentang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Jenis TSL antara lain :<br>    a. Upaya penangkaran\/budidaya<br>    b. Kelayakan sarana dan prasarana produksi<br>    c. Realisasi kuota pengambilan\/penangkapan<br>    d. Realisasi kuota ekspor<br>    e. Penyerapan tenaga kerja<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sehubungan telah ditetapkan kuota pengambilan tumbuhan alam dan penangkapan satwa liar ( TSL ) tahun 2025 melalui Keputusan Direktur Jenderal<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5628,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[70],"tags":[],"class_list":["post-5627","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-other-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5627","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5627"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5627\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5629,"href":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5627\/revisions\/5629"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5628"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5627"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5627"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5627"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}