{"id":5739,"date":"2025-05-19T14:41:28","date_gmt":"2025-05-19T07:41:28","guid":{"rendered":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/?p=5739"},"modified":"2025-05-21T14:42:32","modified_gmt":"2025-05-21T07:42:32","slug":"kick-off-program-astra-export-champion-umkm-bisa-ekspor-19-mei-2025","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/2025\/05\/19\/kick-off-program-astra-export-champion-umkm-bisa-ekspor-19-mei-2025\/","title":{"rendered":"Kick-Off Program Astra Export Champion UMKM \u201c BISA \u201c Ekspor &#8211; 19 Mei 2025"},"content":{"rendered":"\n<p>Dalam Upaya peningkatan kapasitas dan daya saing pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah ( UMKM ) produk primer Indonesia, <strong>Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional \u2013 Direktorat Pengembangan Ekspor Produk Primer \u2013 Kementerian Perdagangan<\/strong> telah menjalin Kerjasama dengan <strong>PT. Astra International, Tbk<\/strong> melalui program <strong>Astra Export Champion;UMKM \u201c BISA \u2018 Ekspor<\/strong>. Program ini merupakan rangkain kegiatan pendampingan kepada pelaku usaha di sektor komoditas ( pertanian, Perkebunan, dan peternakan ), makanan dan minuman olahan, dan perikanan. Berkaitan dengan hal tersebut\u00a0 <strong>Direktorat Pengembangan Ekspor Produk Primer<\/strong> mengadakan <strong>Kick-Off Program Astra Export Champion UMKM \u201c BISA \u201c Ekspor<\/strong>. <strong>Menteri Perdagangan &#8211; Budi Santoso<\/strong> bersama <strong>Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Fajarini Puntodewi, Chief of Corporate Affairs PT Astra International &#8211; Boy Kelana Soebroto<\/strong>, dan <strong>Head of Environment Social Responsibility PT Astra International &#8211; Diah Suran Febrianti<\/strong> meluncurkan <strong>Astra Export Champion: UMKM BISA Ekspor.<\/strong> <strong>Menteri Perdagangan &#8211; Budi Santoso<\/strong> menyampaikan bahwa program Astra Export Champion: UMKM BISA Ekspor merupakan kerja sama inisiatif antara Kementerian Perdagangan dengan PT Astra Internasional dalam membangun kapasitas UMKM untuk menembus pasar global. Kementerian Perdagangan terus berupaya meningkatkan ekspor, salah satunya melalui program UMKM BISA Ekspor. Kementerian Perdagangan juga menghadirkan platform inklusif yang mempertemukan pelaku UMKM dengan pembeli di pasar global melalui pitching dan business matching. Pada periode Januari &#8211; April 2025 Kementerian Perdagangan telah melaksanakan 246 business matching yang terdiri dari 165 pitching dan 81 pertemuan dengan pembeli. Nilai transaksi dari kegiatan tersebut mencapai sebesar USD 57,61 juta. Program tersebut berupa pendampingan komprehensif bagi UMKM yang berorientasi ekspor untuk meningkatkan kemampuan sehingga kedepannya memiliki kesiapan dalam melakukan ekspor secara mandiri. Program tersebut diharapkan dapat menjangkau lebih banyak UMKM di daerah melalui sinergi dengan kementerian\/lembaga terkait. Acara tersebut dihadiri oleh pelaku UMKM yang termasuk dalam program Astra Export Champion: UMKM BISA Ekspor. Program Astra Export Champion dengan semangat UMKM BISA Ekspor adalah wujud nyata kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah dalam membangun kapasitas UMKM untuk menembus pasar global. Tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas teknis, program ini juga bertujuan untuk membangun pola pikir wirausaha tangguh dan berdaya saing global melalui rangkaian kegiatan selama enam bulan yang akan dilakukan yaitu kelas umum untuk pemahaman terkait ekspor, inkubasi, pendampingan\u00a0<em>business plan, business matching\u00a0<\/em>dan pameran internasional di Trade Expo Indonesia 2025. Peserta didorong untuk mampu merancang strategi ekspor yang berkelanjutan dan diharapkan dapat menjadi penggerak dalam mendorong UMKM Indonesia untuk naik kelas serta menjadi pelaku aktif dalam perdagangan internasional. \u00a0<strong>Chief of Corporate Affairs Astra &#8211; Boy Kelana Soebroto<\/strong> mengatakan Astra percaya bahwa kolaborasi strategis antara Astra dan Kementerian Perdagangan RI melalui program Astra Export Champion: UMKM BISA Ekspor, merupakan langkah nyata dalam membangun ekosistem ekspor yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia. Melalui pemberdayaan UMKM, peningkatan kapasitas, pemenuhan standar kualitas dan akses ke pasar global ini diharapkan dapat semakin meningkatkan daya saing produk lokal di pasar internasional. Program Astra Export Champion: UMKM BISA Ekspor, sejalan dengan program Desa Sejahtera Astra dan Kampung Berseri Astra yang sudah dibangun sejak tahun 2013, salah-satunya bertujuan untuk mendukung program pemerintah dalam peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat dengan pendekatan pengembangan Produk Unggulan Kawasan Desa ( Prukades ).\u00a0Hingga saat ini, Astra telah membina 1.515 desa dan kampung di 35 provinsi di Indonesia, dan berhasil menjual produk unggulan desa ke pasar internasional dengan nilai valuasi ekspor sebesar Rp 349 miliar. Pembinaan pengembangan produk UMKM turut dilakukan Yayasan Astra yang berfokus pada pembinaan UMKM, yaitu Yayasan Dharma Bhakti Astra yang merupakan salah satu dari sembilan Yayasan di bawah naungan Astra dan telah memberikan pembinaan kepada 13.663 UMKM di Indonesia dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 75.451 orang. Sebelumnya, Astra bersama Kementerian Perdagangan telah menjalin kolaborasi lainnya seperti pelatihan kelas ekspor, business matching dengan Indonesia Trade Promotion Center &amp; Atase Dagang, seremoni pelepasan ekspor Desa Sejahtera Astra Turen Malang pada tahun 2024 serta Desa Sejahtera Astra Bayan Purworejo pada tahun 2025 hingga keterlibatan Astra di perhelatan expo taraf internasional seperti Trade Expo, China-Asean Expo, serta Expo lainnya di Singapura, Jerman, Turkey, Amsterdam.\u00a0 Semangat Astra dalam mendukung kapasitas dan daya saing UMKM ke pasar global untuk hari ini dan masa depan Indonesia, sejalan dengan cita-cita Astra untuk sejahtera bersama bangsa dan mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam Upaya peningkatan kapasitas dan daya saing pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah ( UMKM ) produk primer Indonesia, Direktorat<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5740,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"class_list":["post-5739","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5739","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5739"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5739\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5741,"href":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5739\/revisions\/5741"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5740"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5739"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5739"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ap5i-indonesia-seafood.com\/indoap5i\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5739"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}