News

Webinar Peran Penyuluh Perikanan pada Peningkatan Produksi Udang Nasional – 13 Agustus 2020

Sebagai tindak lanjut program prioritas nasional, peningkatan produksi budidaya udang dalam rangka mendorong peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat dilakukan melalui pengelolaan produksi dengan menggunakan pendekatan pengelolaan dan implementasi budidaya udang yang berkelanjutan. Penyuluh perikanan memiliki peran yang strategis dalam mendukung program tersebut, sehingga perlu ditingkatkan pegetahuan, ketrampilan, dan sikapnya. Sehubungan dengan hal tersebut Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan ( KKP ) mengadakan Webinar “ Peran Penyuluh Perikanan pada Peningkatan Produksi Udang Nasional “. Webinar dibuka oleh Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan – Lilly Aprilya yang mengatakan, pada periode 2007 hingga 2013, KKP melalui Badan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan telah mengadakan sarana penyuluhan perikanan. Sarana tersebut di antaranya kendaraan roda dua, kendaraan roda empat, perahu motor, speed boat, water test kits ( DO meter, PH meter, dan salinitas ), perangkat pengolah data ( computer, printer, dan UPS ), serta telepon selular dan netbook. Di masa pandemi ini, dengan pendampingan dari penyuluh perikanan, usaha skala kecil hingga menengah di sektor perikanan ini tetap bisa berjalan. Hasil produksi masyarakat dapat diserap. Sektor perikanan menjadi salah satu tumpuan ekonomi masyarakat saat ini. Diharapkan sinergitas antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dibantu dengan hadirnya penyuluh perikanan dapat benar-benar memakmurkan kehidupan masyarakat. Kepala Badan Riset dan SDM Kelautan – Sjarief Widjaja menegaskan, pengalihan status penyuluh perikanan dari kewenangan pemerintah daerah kepada pemerintah pusat merupakan bentuk koordinasi dan sinergitas pemerintah pusat dan daerah. Keduanya bekerja sama memaksimalkan peran penyuluh dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat kelautan dan perikanan. Sebagaimana diketahui, penyuluh berperan mendampingi pembudidaya ikan, nelayan, pengolah dan pemasar hasil perikanan, hingga petambak garam. Dalam menjalankan perannya tersebut, penyuluh diharapkan dapat mencerahkan ( enlightenment ) dan memperkaya ( enrichment ) masyarakat dengan informasi Iptek, akses permodalan, akses pemasaran, dan akses sumber daya lainnya. Selain itu, mereka juga diharapkan dapat memberdayakan ( empowerment ) pelaku utama dan pelaku usaha kelautan dan perikanan. Hal ini sejalan dengan kebijakan pembangunan kelautan dan perikanan. Presiden sudah mengarahkan agar KKP memperbaiki komunikasi dengan nelayan dan penguatan budidaya perikanan. Di sini penyuluh perikanan memegang peranan penting. Selain itu, pemerintah juga tengah menggalakkan pembangunan sektor perikanan budidaya untuk penyediaan lapangan kerja dan sumber protein hewani untuk konsumsi masyarakat. Guna mengoptimalkan pendampingan terhadap masyarakat, KKP berencana akan memberdayakan kembali 421 orang penyuluh perikanan swadaya. Mereka ini berasal dari kelompok pelaku utama kelas Madya dan Utama dan Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan ( P2MKP ). Di masa pandemi ini, penyuluh perikanan harus tetap melakukan tugasnya mendampingi pelaku utama dan pelaku usaha dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Tentunya sarana prasarana penyuluhan menjadi penting karena wilayah kerjanya cukup luas sedangkan jumlah tenaga terbatas. Oleh karena itu, ia berharap sinergitas antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dibantu dengan hadirnya penyuluh perikanan dapat benar-benar memakmurkan kehidupan masyarakat. Ketua Umum AP5I – Budhi Wbowo menjadi salah satu narasumber dalam Webinar ini dengan memberikan presentasi “ Persyaratan Mutu dan Peluang Pasar Udang di Pasar Domestik dan Global “.

Tinggalkan Balasan