News

Diskusi World Logistics Passport ( WLP ) – 5 November 2020

Sesuai dengan hasil rapat teknis membahas analisis internal tawaran DP World Uni Emirat Arab ( UEA ) kepada Indonesia tentang Program World Logistics Passport ( WLP ) pada tanggal 26 Oktober 2020, yang merupakan tindak lanjut dari rapat pada tanggal 7 Oktober 2020 membahas hal yang sama, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian melalui Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Industri mengadakan Diskusi  dengan Dubai Port World ( DP World ) tentang program World Logistics Passport ( WLP ). Diskusi ini bertujuan untuk mendapatkan informasi yang lebih detil mengenai program WLP dimaksud, termasuk untuk memastikan apa saja kewajiban dan fasilitas yang harus dipenuhi Indonesia sebagai anggota dari WLP tersebut. Diskusi ini dipimpin oleh Asisten Deputi Pengembangan Logistik Nasional – Erwin Raza. Dari diskusi ini di informasikan bahwa saat ini Direktorat Jenderal Bea Cukai sudah menginisiasi program Authorised Economic Operators ( AEO ) yang sifatnya bilateral antar negara/pemerintah, termasuk dengan PE A. Kerjasama bilateral melalui AEO memberikan jaminan bahwa mitra perdagangan internasional adalah para mitra terpercaya dari masing-masing negara, sehingga mengurangi resiko dibidang kepabeanan dan perdagangan internasional. Sedangkan Angkasa Pura I melalui AP Logistics telah mempunyai fasilitas gudangg transhipment di bandara Bali, termasuk fasilitas cold storage. Namun demikian, sejauh ini pemanfaatan fasilitas tersebut belum optimal mengingat rute kargo airline yang jarang melewati Bali. Saat ini Bali sebagai hubungan internasional masih kurang aktif dibandingkan Singapura sehingga diharapkan program WLP ini dapat menjadikan Indonesia sebagai hubungan saingan dari Singapura.

Tinggalkan Balasan