Pembahasan Peningkatan Ekspor Produk Tuna Sirip Kuning/ Frozen Yellowfin Tuna – 27 Maret 2024
Dalam rangka mempersiapkan 14 kelompok produk prioritas untuk peningkatan ekspor yang salah satunya adalah kelompok produk tuna sirip kuning, Pusat Penanganan Isu Strategis, Sekretariat Jenderal – Kementerian Perdagangan akan melaksanakan diskusi untuk membahas potensi, kesiapan dan hambatan ekspor produk dimaksud. Penetapan pasar potensial didasarkan dari hasil analisis BK Perdag dengan menggunakan metode indeks komposit. Dari negara-negara yang terpilih, di awal ditetapkan 10 negara prioritas. Dalam perkembangan diskusi, penetapan negara mengalami beberapa kali perubahan sehingga terakhir ditetapkan sebanyak 12 negara yang terdiri dari RRT, India, Korea Selatan, Belanda, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Brazil, Meksiko, Chile, Filipina, Vietnam, dan Kenya. Pertimbangan memasukkan Kenya karena memiliki potensi yang sangat besar selain sebagai hub untuk memasuki pasar di negara Afrika bagian Timur. Untuk produk perikanan terdapat produk tuna sirip kuning/frozen yellowfin tuna untuk peningkatan ekspor ( HS 030342 ) terutama ke Vietnam. Indonesia menghadapi tantangan sebagai negara produsen tuna terbesar dunia, tetapi ekspor tuna Indonesia tidak masuk dalam peringkat lima besar dunia. Oleh karena itu, kerangka strategi diperlukan agar produk tuna Indonesia tidak hanya menjadi nomor satu dari sisi produksi, tetapi ekspor bisa berdaya saing dan hilirisasi. Di sisi lain, peningkatan produksi tuna jangan sampai menghambat keberlangsungan dan lingkungan.
