Seminar Strategi Pemenuhan Mutu dan Penguatan Ekspor Produk Kelautan dan Perikanan Indonesia ke Pasar Eropa dan Timur Tengah – 13 Mei 2024
Dalam rangka meningkatkan kualitas dan mengelola rantai pasok untuk mendukung peningkatan ekspor produk Pangan Biru/Blue Food Indonesia terutama ke pasar Eropa dan Timur Tengah, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi mengadakan Seminar “ Strategi Pemenuhan Mutu dan Penguatan Ekspor Produk Kelautan dan Perikanan Indonesia ke Pasar Eropa dan Timur Tengah “. Saat ini pasar terbesar untuk produk perikanan Indonesia adalah USA, EU, dan Jepang. Tentunya diperlukan juga pasar-pasar baru ( non tradisional ) yang bisa menjadi peluang baru untuk produk perikanan dari Indonesia. Salah satunya adalah mengembangkan pasar di Timur Tengah. Beberapa komoditas yang diperlukan di Timur Tengah semisal tuna kaleng, crab, tuna bisa menjadi peluang baru untuk Indonesia. Namun adanya beberapa hambatan yang memberatkan UPI untuk ekspor ke Timur Tengah, salah satunya mahalnya biaya sertifikasi untuk approval number ke Timur Tengah. Kurangnya daya saing produk perikanan dari Indonesia terhadap negara kompetitor yang akhirnya membuat buyer Timur Tengah lebih memilih produk perikanan dari negara pesaing semisal Vietnam dan Thailand. Alternatif lain perlu dibuatkan hub untuk mempermudah produk perikanan Indonesia bisa masuk ke Timur Tengah. Selain Timur Tengah, masih perlu dimaksimalkan juga pasar Uni Eropa. Industri perikanan Indonesia sangat menjaga dan meningkatkan mutu produk perikanan sehingga bisa memenuhi persyaratan yang diminta Uni Eropa. Upaya lain, mengupayakan penurunan tarif melalui perundingan Indonesia-EU CEPA, ikut serta dalam pameran Seafood Expo Global ( SEG ) yang merupakan pameran seafood terbesar di dunia. Semakin mendorong penambahan eksportir baru ke Uni Eropa melalui pemenuhan 10 rekomendasi hasil inspeksi Uni Eropa terhadap produk perikanan Indonesia.
