Seminar Nasional Potensi dan Peluang Sumber Daya Maritim Mendukung Penyediaan Pangan Bergizi – 19 Desember 2024
Dalam rangka pelaksanaan program kerja kinerja Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim pada tahun anggaran 2025, dan serta pelaksanaan koordinasi yang efektif dalam mendorong potensi dan peluang pemanfaatan sumber daya maritim untuk mendukung swasembada pangan di bidang kelautan dan perikanan, Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim – Kementerian Koordinator Bidang Pangan mengadakan Seminar Nasional Potensi dan Peluang Sumber Daya Maritim Mendukung Penyediaan Pangan Bergizi dihadiri oleh Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Pangan, Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP, Sesdirjen Penataan Ruang Laut KKP, Direktur Ikan Air Laut KKP, Ketua Tim Kerja Direktorat Perikanan Tangkap KKP, Ketua Tim Kerja Direktorat Perkapalan dan Kepelautan Kemenhub, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Kelautan dan Perikanan, Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB, Kepala Dinas Perikanan Provinsi Jawa Barat, perwakilan Kemenko Perekonomian, perwakilan Kemendag, perwakilan Bappenas, perwakilan BPOM, perwakilan Barantin, perwakilan Dit. SPHP Bapanas, serta Asosiasi Sektor Kelautan dan Perikanan. Seminar dalam rangka mendorong potensi dan peluang pemanfaatan sumber daya maritim untuk mendukung swasembada pangan di bidang kelautan dan perikanan. Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Pangan menyampaikan peran Blue Food dalam sistem pangan Nasional yaitu sebagai bahan pemenuh nutrisi dan kesehatan yang proses produksinya memperhatikan prinsip keberlanjutan, serta sebagai sumber mata pencaharian dan lapangan pekerjaan. Seminar ini juga mendukung Program Makan Bergizi Gratis ( MBG ) dan mengusulkan ikan yang kaya akan protein menjadi menu pendukung Program MBG. Kandungan gizi ikan lebih baik dari sumber protein lain. Dari sisi pelaku usaha, program swasembada pangan, hilirisasi pangan, dan program MBG, akan membawa peluang-peluang usaha. Selain mendorong investasi di sektor kelautan dan perikanan, juga berperan dalam penguatan ekosistem logistik dan infrastruktur, penguatan inovasi dan teknologi, peningkatan ekspor produk perikanan. Selain itu pemberdayaan UMKM. Berdasar Data Kementerian Kelautan dan Perikanan angka pertumbuhan rata-rata produksi perikanan Indonesia mencapai 2,56 persen per tahun. Yakni 23,54 juta ton pada 2023. Angka pertumbuhan rata-rata produksi perikanan tangkap mencapai 5,41 persen per tahun, ikan budi daya 2,40 persen per tahun, sementara angka pertumbuhan rata-rata produksi rumput laut mencapai 0,55 persen per tahun.
