News

Ketua Umum AP5I Budhi Wibowo melakukan diskusi secara personal dengan Dirjen Budidaya

21 Agustus 2017, Ketua Umum AP5I Budhi Wibowo melakukan diskusi secara personal dengan Dirjen Budidaya untuk membahas tentang antisipasi permintaan DG Sante yang meminta UPI hanya beli dari petambak yang mempunyai sertifikat, spesies ikan budidaya andalan untuk ekspor dan usulan agar ditetapkan SNI pakan khusus untuk perairan umum sebagai antisipasi isu-isu pencemaran lingkungan.

Beberapa point penting diskusi sebagai berikut:

  1. Sehubungan dengan permintaan competent authority negara pembeli terutama EU dan USA, sangat besar kemungkinannya dalam waktu dekat ini UPI diharuskan hanya boleh mengambil bahan baku ( udang ) dari tambak yang sudah bersertifikat CBIB/IndoGAP. Oleh karena itu perlu upaya bersama dari seluruh stake holder agar sebagian besar tambak udang di Indonesia bersertifikat CBIB. Langkah-langkah yang akan dilakukan antara lain sbb:
    • Diharapkan UPI mulai sekarang agar memberikan insentif harga beli kepada tambak udang yang bersertifikat, hal tersebut untuk merangsang agar tambak-tambak yang belum bersertifikat agar segera mengurus sertifikat.
    • UPI agar mengingatkan kepada tambak-tambak yang belum bersertifikat bahwa di masa mendatang ( bisa segera ) UPI tidak akan beli lagi udang dari tambak-tambak yang belum bersertifikat.
    • UPI diharapkan segera mendata tambak-tambak mana saja yang ingin mendapat sertifikat, data tersebut diinfokan ke AP5I yang nantinya akan diteruskan kepada team sertifikasi dirjen budidaya agar diproses untuk mendapatkan sertifikat.
  2. Untuk mempercepat proses regristrasi tambak secara nasional Dirjen Budidaya akan berkirim surat kepada kepalas Dinas KP perikanan profinsi yang meminta kepada mereka untuk segera melengkapi/memasukkan data tambak yang ada pada wilayahnya masing-masing.  AP5I akan meminta kepada UPI agar berkomunikasi dengan dinas-dinas diwilayah masing-masing agar mereka segera bisa memenuhi permintaan dari Dirjen Budidaya tersebut.
  1. Diharapkan agar segera bisa dibuat/diterbitkan SNI pakan untuk perairan umum yang bertujuan untuk mengurangi isu-isu lingkungan yang berkaitan dengan budidaya Keramba Jaring Apung pada perairan umum.
  1. Agar ekspor ikan-ikan hasil budidaya bisa bersaing di dunia internasional maka perlu fokus pada spesies-spesies utama yang prospektif terutama dalam upaya penyediaan bibit unggul dan penanganan penyakit. Saat ini fokus ikan-ikan hasil budidaya diharapkan kepada spesies udang, pangasius/cat fish dan baramundi.
  1. Berkaitan dengan penggunaan Methyl Testoterone yang dilarang oleh permenKP tapi diperbolehkan oleh FDA, akan dilakukan studi lebih lanjut yang melibatkan semua stakeholder yang berkaitan dengan hal tersebut.

Pada pelaksanaannya akan sangat sulit bagi pemerintah untuk memberikan sanksi bagi petambak yang belum tersertifikasi.  Andaikan tambak yang belum tersertifikasi tidak boleh beroperasi akan timbul gejolak dan UPI malah akan kekurangan bahan baku.  Pengalaman negara lain, seperti India, UPI nya sangat aktif membantu petambak untuk melakukan sertifikasi.  Oleh karena agar semua UPI ( udang ) untuk pro aktif segera mungkin mendorong para petambaknya agar melakukan sertifikasi.  Dirjen Budidaya sudah menjanjikan bahwa akan memprioritaskan mensertifikasi tambak-tambak yang diusulkan oleh UPI . Oleh karena UPI segera mendata tambak yang ingin disertifikasi dan menginformasikannya kepada sekretariat AP5I untuk diteruskan kepada team sertfikasi dirjen budidaya.

Tinggalkan Balasan