Rapat Koordinasi Penumbuhan dan Pengembangan Industri Agro – 20 s.d 22 Februari 2019
Dalam rangka sinergi Program Penumbuhan dan Pengembangan Industri Agro di era revolusi industri 4.0 , Direktorat Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian mengadakan Rapat Koordinasi Penumbuhan dan Pengembangan Industri Agro dengan melibatkan asosiasi/dunia usaha terkait dan unit kerja diligkungan Direktorat Jenderal Agro. Industri makanan merupakan sektor prioritas dalam penerapan IR.4.0. Masih seputar Rakor Penumbuhan dan perkembangan Industri Agro, Pematerian oleh Imam Haryono selaku Staf Ahli Menteri Bidang Iklim Usaha dan Investasi memaparkan program kerja Kemenperin untuk mendorong pertumbuhan industri nasional, dimana salah satu programnya adalah hilirisasi produk pertanian menjadi produk agro industri. Industri Agro dinilai sebagai industri dengan sharing tinggi, pertumbuhan tinggi & paling siap menjadi leading sector dalam Industri 4.0. Hal ini didukung dengan peluang Indonesia dalam menghadapi Industri 4.0 yaitu banyaknya angkatan kerja, tingginya permintaan domestik, stabil dalam pertumbuhan ekonomi, termasuk dalam ekonomi terbesar di ASEAN & melimpahnya SDA. . Implementasi IR 4.0 yang telah dilakukan yaitu perumusan insentif bagi pelaku industri (super deduction tax), perumusan Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (Indi 4.0), pelatihan manager & tenaga ahli transformasi 4.0, e-Smart IKM, penunjukan lighthouse Industri 4.0 (untuk sektor agro adalah Kalbe, Great Giant Pineapple, Mayora & APRIL) serta pembangunan showcase & pusat inovasi Industri 4.0 (pusat riset teknologi industri, pusat pengembangan SDM Industri & inkubator talent digital). Rakor ini juga membahas tentang Industry 4.0 Main Element and Implementation oleh Oktavianus Dwi Artantyo dari PT. Schneider. Penggunaan Internet of Things (IoT) pada industri dapat mengoptimalisasikan proses produksi. Optimalisasi tersebut membutuhkan aspek digitalisasi yang berhubungan dengan budaya kerja karyawan yang juga harus mendukung implementasi program tersebut (scaling up dalam membangun kompetensi karyawan) . Schneider sebagai perusahaan yang sukses menerapkan Industri 4.0 mewujudkan digitalisasi tersebut dengan bantuan Digital Team khusus dalam internal perusahaannya. Pada Rakor tersebut, Danu Setyo Nugroho dari PT. Siemens Indonesia memaparkan tentang Future of Manufacturing in Food & Beverage Industry. Industri dimasa depan, menuntut produk untuk selalu berinovasi, kompetitif, bersiap pada lonjakan permintaan serta perubahan regulasi & teknologi proses. . Selain produk, dimasa depan sistem manufaktur juga identik dengan cepat, efektif dalam biaya, produk berkualitas tinggi, kolaborasi, transparan, real-time, dapat dikonfigurasikan, adanya R&D software, Digital Twin & simulasi untuk hasil optimal, Augmented Reality untuk pemeliharaan, Virtual Reality untuk training operator & Smart Warehouse dengan sistem lokasi real-time.