News

FGD Supporting Indonesia in Developing a National Circular Economy Strategy – 25 November 2020

Sehubungan dengan dilaksanakannya studi untuk menganalisis potensi dari ekonomi sirkuler di Indonesia sebagai bagian dari kerjasama UNDP Indonesia bersama dengan Kementerian PPN/Bappenas bertema “ Supporting Indonesia in Developing a National Circular Economy Strategy “ dan dalam rangka berkonsultasi kepada pemangku kepentingan khusus sector terkait dengan circular economy, United Nations Dvelopment Programme ( UNDP ) mengadakan FGD untuk lima sector focus Circular Economy. Ekonomi circuler bertujuan untuk menghasilkan pertumbuhan ekonomi dengan mempertahankan nilai barang, material dan sumber daya di dalam sebuah ekonomi selama mungkin. Dengan mengubah cara berfikir masyarakat mengenai bagaimana mengelola sumber daya, cara membuat dan memakai produk, dana pa yang dilakukan pada material setelahnya, masyarakat dapat melihat melampaui pandangan linear “ ambil, buat dan buang “ dari model industry ekstraktif yang sekarang ini dan menuju ke pandangan “ buat, pakai, dan kembalikan “. UNDP bekerjasama dengan Bappenas dan didukung oleh Pemerintahan Denmark, meluncurkan sebuah studi untuk menganalisa potensi dari ekonomi, lingkungan hidup dan juga social dari ekonomi sirkuler dalam 5 sektor utama ekonomi yaitu makanan dan minuman ( mengutamakan sisa makanan ), tekstil ( mengutamakan sampah tekstil ), konstruksi ( mengutamakan sisa bahan bangunan dan efisiensi energy pada bangunan ), perdagangan grosir dan eceran ( mengutamakan limbah kemasan plastic ), dan juga elektronik ( mengutamakan limbah elektronk ). Analisa ini merupakan langkah pertama dalam membangun sebuah Strategi Nasional Ekonomi Sirkuler untuk Indonesia. FGD digunakan untuk menguji asumsi yang digunakan untuk mengukur dampak ekonomi sirkuler di masing-masing sector dan untuk memastikan bahwa data yang digunakan untuk analisis adalah yang terbaru dan relevan untuk konteks studi. FGD ini bertujuan untuk berkonsultasi ke semua Kementerain/Lembaga utama Pemerintah Indonesia yang berhubungan dengan lima sector utama.

Tinggalkan Balasan