News

Rapat Koordinasi Teknis Ketersediaan Kontainer untuk Ekspor – 2 Desember 2020

Sehubungan dengan informasi adanya kelangkaan kontainer global yang diakibatkan oleh pandemi covid-19, sehingga berimbas terhadap terhambatnya pengiriman barang ekspor Indonesia, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengadakan Rapat Koordinasi Teknis Ketersediaan Kontainer untuk Ekspor. Kelangkaan kontainer kosong bagi eksportir dapat mempengaruhi laju perbaikan kinerja industri pelayaran pada 2021. Pasalnya, kelangkaan ini diprediksi terus berlanjut mengikuti tren perdagangan dunia. Kekurangan kontainer dapat berlanjut pada 2021 karena persoalan-persoalan mendasar ketidakseimbangan perdagangan selalu menjadi faktor fundamental yang sudah lama belum terpecahkan. Terkait ketidakseimbangan level ketersediaan kontainer atau container shortage memang semakin kuat menggejala dimana-mana. Ini biasanya akibat permintaan ekspor jauh lebih dari besaran permintaan importasi; dan juga volume kontainer kosong yang dilepas ( empty release movement ) dari kontainer masih lebih besar dari baliknya kontainer kosong ( empty return ). Kelangkaan peti kemas terjadi akibat sejumlah faktor. Dimasa pandemic covid-19 saat ini penyedia jasa angkutan cenderung mengurangi operasional kapal berukuran besar sebagai upaya efisiensi selama pandemi. Akibatnya, penggunaan kapal berukuran lebih kecil lebih banyak digunakan. Namun, kondisi ini menimbulkan konsekuensi pada volume pengangkutan yang makin sedikit dan kenaikan biaya pengiriman kontainer kosong menjadi tak terhindari. Kelangkaan peti kemas juga terjadi akibat meningkatnya ekspor ke USA dari negara-negara Asia, tetapi tidak disertai dengan muatan balik dari USA. Aktivitas di pelabuhan yang terbatas jelang akhir tahun pun turut memengaruhi ketidakseimbangan pasokan peti kemas. Selain itu, masih terbatasnya impor yang dilakukan Indonesia dibandingkan dengan ekspor dipandang Tauhid makin memperumit defisit kontainer. Demi menjaga performa perdagangan yang mulai menunjukkan geliat, dia berpandangan pemerintah perlu memberi dukungan eskpor agar daya saing tetap terjaga.

Tinggalkan Balasan