FGD Operasionalisasi Needs Assessment Kajian Desain Kegiatan Litbang dan Inovasi hingga Hilirisasi dan Pemanfaatannya – 13 September 2021
Dalam rangka menindaklanjuti hasil diskusi pada Focus Group Discussion ( FGD ) Operasionalisasi Needs Assessment Kajian “ Desain Kegiatan Litbang dan Inovasi hingga Hilirisasi dan Pemanfaatannya ” yang telah dilaksanakan pada 24 Agustus 2021 lalu, Direktorat Pendidikan Tinggi dan Iptek Bappenas, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional mengadakan Koordinasi Substansi dan Operasional Kajian Bidang Iptek dan Inovasi yang membahas isu strategis, permasalahan, dan kebutuhan teknologi dan inovasi di sektor makanan dan minuman, serta operasional needs assessment kajian dan penyampaian guidance pengisian instrumen kajian. Direktur Industri, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Bappenas menyampaikan terkait kondisi sektor industri makanan dan minuman dalam konteks global dan domestik, pengembangan inovasi pada industri makanan dan minuman, serta peningkatan nilai tambah industri makanan dan minuman melalui pemanfaatan iptek dan inovasi. Kepala Biro Perencanaan Kemenperin menyampaikan terkait peta jalan Making Indonesia 4.0, aspirasi Making Indonesia 4.0 di sektor makanan dan minuman, serta kebutuhan teknologi industri 4.0 dan pengembangan ekosistem inovasi pada sektor industri makanan dan minuman. Beberapa poin hasil diskusi antara lain beberapa perwakilan asosiasi industri, industri besar menengah, dan sentra IKM telah menyampaikan masukan terkait dengan kebutuhan teknologi dan inovasi serta faktor pendukung lainnya untuk sektor makanan dan minuman. Kendati demikian diharapkan perwakilan asosiasi industri, industri besar menengah, dan sentra IKM dapat menyampaikan masukan secara tertulis dan lebih detail melalui instrumen kajian. Instrumen kajian berbentuk open format question, berisikan pertanyaan terkait profil industry, permasalahan teknologi, kebutuhan teknologi dan inovasi, serta harapan untuk lembaga riset dan perguruan tinggi dalam hal pengembangan riset, teknologi, dan inovasi ke depan. Instrumen kajian disediakan dalam format Ms Word dan Ms Excel, dapat diunduh pada link https://link.bappenas.go.id/instrumen21. Sedangkan instrumen kajian dalam format Google Form dapat diisi melalui link https://link.bappenas.go.id/gforminstrumen21. Tahap berikutnya akan dilakukan series integrasi ( sesuai tema atau subsektor tertentu ) antara data hasil needs assessment tersebut dengan data resources mapping di Organisasi Riset BRIN ( Ex-LPNK Iptek ) yang secara paralel juga diinventarisasi. Series integrasi ini akan melibatkan langsung pihak responden dari sisi industri dan Organisasi Riset BRIN, serta anggota dan observer kajian yang terkait. Pada tahap ini akan dipilih kegiatan-kegiatan litbang yang sejalan dengan kebutuhan di industri untuk kemudian ditindaklanjuti dengan integrasi lebih lanjut, termasuk kemungkinan menjadi pilot project pada kajian ini. Untuk kebutuhan hasil needs assessment yang pada saat integrasi belum in-line ( belum dapat difasilitasi ) dengan hasil resources mapping dan kegiatan existing di Organisasi Riset BRIN, tentunya akan menjadi catatan dan masukan untuk perencanaan kegiatan litbang ke depan. Demikian pula data kapasitas resources ( SDM, sarpras, dll ) dan kegiatan di Organisasi Riset BRIN ( hasil inventarisasi resources mapping ) juga dapat menjadi informasi berharga bagi pihak industri untuk mengetahui potensi Organisasi Riset BRIN dalam memenuhi kebutuhan teknologi dan inovasi ke depan.
