News

Penyusunan Profik Kinerja Industri Kimia Hulu dan Analisis Kemampuan Produksi dan Kebutuhan Dalam Negeri untuk Komoditas Garam Industri, Pupuk dan Bahan Baku Plastik, Direktorat Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil – 22 s.d 23 Juni 2022

Dalam rangka penyusunan Profik Kinerja Industri Kimia Hulu dan Analisis Kemampuan Produksi dan Kebutuhan Dalam Negeri untuk Komoditas Garam Industri, Pupuk dan Bahan Baku Plastik, Direktorat Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil – Kementerian Perindustrian mengadakan pertemuan untuk melakukan analisis terkait kebutuhan dalam negeri komoditas garam industri, pupuk dan bahan baku plastik.  Dalam rangka menjamin ketersediaan bahan baku dan/atau bahan penolong serta untuk terus meningkatkan utilisasi dan produktivitas serta daya saing industri hulu sampai hilir, Pemerintah menerapkan kebijakan Neraca Komoditas ( NK ). Pengembangan industri kimia hulu mempunyai peranan penting dalam perekonomian dari hulu hingga hilir, diantaranya penciptaan nilai tambah dan penyediaan lapangan kerja dikarenakan produk yang dihasilkan terkait dengan hajat hidup orang banyak seperti industri plastik, tekstil, karet, pupuk, pestisida, cat, pembersih, bahan peledak, bahan baku farmasi dan lainnya. Struktur perekonomian diperkuat dengan menjadikan sektor industri sebagai motor penggerak yang didukung oleh kegiatan pertanian, kelautan dan pertambangan yang menghasilkan produk secara efisien, modern dan berkelanjutan. Saat ini rata-rata utilisasi industri bulan Mei 2022 sebesar 67,60% mengalami sedikit penurunan dibanding bulan-bulan sebelumnya dan masih belum mencapai level utilisasi sebelum pandemi covid-19. Untuk utilisasi industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia di bulan Mei 2022 sebesar 70,72%, juga sedikit menurun dari bulan April 2022 yang sebesar 74,85%. Neraca Perdagangan produk kimia dan barang kimia ( HS 28-38 ) mengalamai defisit dalam 5 tahun terakhir. Defisit di 2021 sebesar USD 8 Milyar. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia pada triwulan I – 2022 tumbuh cukup tinggi sebesar 5.01% di tengah peningkatan mobilitas masyarakat dan tekanan ekonomi global. ​Dari sisi demand, pertumbuhan ekonomi terdorong dari konsumsi, investasi, dan ekspor yang tumbuh positif. Demikian pula, dari sisi supply hampir semua sektor tumbuh positif merespon peningkatan permintaan.​ Perekonomian Indonesia pada triwulan I – 2022 mengalami tumbuh ekspansif sebesar 5,01% ( yoy ). Pada triwulan I – 2022, pertumbuhan industri pengolahan mengalami pertumbuhan di angka 5,07% dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 19,19%. Saat ini perencanaa impor terhadap beberapa komoditi sebagai bahan tambahan aatau bahan pendukung industry, melalui perencanaan di NK dimana komoditi yang melalui NK saat ini adalah beras, gula, garam, daging dan komoditas perikanan.

Tinggalkan Balasan