Workshop Indeks Kinerja Logistik Ikan – 20 Desember 2022
Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan mengadakan Workshop Indeks Kinerja Logistik Ikan sebagai langkah lebih lanjut untuk penilaian IKLI 2022 dibeberapa provinsi, dalam hal ini sekaligus ingin mendapatkan output yang diharapkan mendapatkan hasil IKLI 2022 pada koridor Makassar-Surabaya/Jakarta, Kendari-Surabaya/Jakarta, Bitung-Surabaya/Jakarta, Ambon-Surabaya/Jakarta, Kupang-Surabaya/Jakarta, dan MimikaSurabaya/Jakarta, dan mendapatkan masukan untuk penyusunan aksi kegiatan peningkatan kinerja IKLI pada tahun berikutnya. Pembangunan sektor kelautan dan perikanan membutuhkan sistem produksi, distribusi dan pemasaran hasil-hasil produksi yang efektif dan efisien untuk mendukung terwujudnya ketahanan pangan dan meningkatkan daya saing nasional. Agar mampu mewujudkan hal tersebut, pembangunan sektor kelautan dan perikanan membutuhkan sebuah sistem produksi dan distribusi yang dapat menjamin ketersediaan pasokan komoditas untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi masyarakat secara merata dan terjangkau serta memenuhi kebutuhan permintaan industri secara berkelanjutan sehingga dapat memberikan nilai tambah. Selain itu, karakteristik Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang berlokasi di antara dua benua dan dua samudra membutuhkan sistem logistik yang terpadu dan menuntut adanya sistem distribusi yang efisien dan reliabel. Salah satu alat untuk mengukur kinerja logistik adalah Logistics Performance Index ( LPI ) yang disusun oleh Bank Dunia. LPI mengukur efisiensi on the ground rantai suplai perdagangan atau kinerja logistik. Rantai suplai merupakan tulang punggung perdagangan dan bisnis internasional. Sementara biaya logistik meliputi biaya transportasi, pergudangan, clearance perbatasan, sistem pembayaran dan fungsi-fungsi terkait lain. LPI menilai kinerja logistik secara umum, sehingga untuk mengukur kinerja logistik perikanan di Indonesia diperlukan suatu metode pengukuran khusus yang dapat membandingkan kinerja antar jalur distribusi ikan. Dokumen ini telah ditandatangani menggunakan sertifikat elektronik yang dikeluarkan oleh BSrE Untuk mendalami performa dari sistem logistik ikan yang telah dikembangkan Pada Tahun 2021, Direktorat Logistik telah melakukan penilaian kinerja dengan menggunakan instrumen kuesioner. Penghitungan indeks kinerja logistik ikan tersebut memperhitungkan kinerja dari 5 ( lima ) dimensi yang meliputi: (1) Dimensi pengelolaan produk, (2) Dimensi efisensi, (3) Dimensi konektivitas, (4) Dimensi manfaat dan (5) Dimensi tata kelola. Pada Oktober dan November 2022 telah dilaksanakan penghitungan indeks kinerja logsitik ikan melalui survey kepada responden pada 6 koridor logistik, yaitu Makassar-Surabaya/Jakarta, Kendari-Surabaya/Jakarta, Bitung-Surabaya/Jakarta, Ambon-Surabaya/Jakarta, Kupang-Surabaya/Jakarta, dan Mimika-Surabaya/Jakarta. Dari hasil survey tersebut, perlu dilakukan penghitungan, pembahasan, dan finalisasi untuk didapatkan hasil IKLI 2022. Melalui workshop ini, diharapkan akan ada finalisasi hasil IKLI 2022. Dalam penghitungan IKLI ini rata-rata untuk dimensi pengelolaan data pengolahan perikanan masih memiliki nilai IKLI yang cenderunga rendah, tentunya hal ini bisa menjadi perhatian khusus bagaimana ketersediaan data yang dibutuhkan oleh pengguna fasilitas logistic dalam hal ini perusahaan penyedia logistic dan pengguna fasilitas logistic ( dalam hal ini unit pengolahan ikan ) mudah diakses.
