News

Seminar Nasional Insentif untuk Kredit/Pembiayaan kepada Sektor Hilirisasi, Pariwisata, Perumahan, Inklusif, dan Ekonomi Keuangan Hijau – 13 September 2023

Dalam rangka berbagi informasi dan mendapatkan masukan tentang implementasi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial ( KLM ) sebagaimana informasi, Bank Indonesia menyelenggarakan rangkaian Seminar Nasional dengan topik Insentif untuk Kredit/Pembiayaan kepada Sektor Hilirisasi, Pariwisata, Perumahan, Inklusif, dan Ekonomi Keuangan Hijau pada periode September hingga November 2023. Tema yang diangkat dalam seminar kali ini “ Kebijakan Insnetif Likuiditas Makroprudensial ( KLM ); Insnetif untuk Kredit/Pembiayaan Sektor Hilirisasi “ yang dibuka oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia – Juga Agung.    Penguatan inovasi strategi bisnis dari para pelaku bisnis sangat penting untuk memperkuat sisi permintaan. Dengan penguatan sisi penawaran dan permintaan secara simultan, diharapkan akan efektif memperkuat struktur ekonomi nasional untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Seminar KLM akan digelar dalam beberapa rangkaian topik mencakup 4 ( empat ) sektor yaitu hilirisasi, pariwisata, perumahan, inklusif dan hijau. Seminar pertama pada 13 September 2023 mengangkat topik hilirisasi. Diskusi dalam seminar membahas berbagai tantangan yang dihadapi, agar momentum pertumbuhan ekonomi paska pandemi dapat terus terpelihara di tengah kinerja ekspor yang menurun karena melemahnya perekonomian global dan menurunnya harga komoditas. Dalam konteks tersebut, bagaimana agar sumber-sumber pertumbuhan ekonomi domestik dapat terus diperluas, termasuk melalui dukungan dari pembiayaan perbankan utamanya di sektor hilirisasi. Hadir sebagai narasumber Seminar dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Keuangan, HIMBARA, Perbanas, serta pimpinan asosiasi dan korporasi di sektor-sektor hilirisasi minerba dan nonminerba. Seminar ini merupakan salah satu rangkaian seminar yang dari   4 ( empat ) sektor kebijakan KLM. Bank Indonesia memperkuat stimulus untuk mendorong pertumbuhan kredit/pembiayaan perbankan melalui implementasi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial ( KLM ) bagi Bank Umum Konvensional ( BUK ) dan Bank Umum Syariah ( BUS )/Unit Usaha Syariah ( UUS ) yang akan berlaku sejak 1 Oktober 2023 mencakup :

1. Penajaman insentif likuiditas kepada bank penyalur kredit/ pembiayaan pada sektor hulur hilirisasi minerna dan hilirisasi nonminerba ( termasuk pertanian, peternakan, dan perikanan ), perumahan ( termasuk perumahan rakyat ), pariwisata, inklusif, ( termasuk UMKM, KUR, dan ultra mikro/UMi ), serta ekonomi keuangan hijau.
2. Penetapan besaran lokal total insentif paling besar 4%, meningkat dari sebelumnya paling besar 2,8% yang terdiri dari :
– Insentif untuk penyaluran kredit/pembiayaan kepada sektor tertentu yang ditetapkan oleh Bank Indonesia, paling besar 2%, meningkat dari sebelumnya 1,5%
– Insentif kepada bank penyalur kredit/pembiayaan inklusif ditingkatkan dari sebelumnya 1% menjadi 1,5% dengan rincian 1% untuk penyaluran kredit UMKM/KUR dan 0,5% untuk penyaluran UMi
– Insentif terhadap penyaluran kredit/pembiayaan hijau menjadi paling besar 0,5% meningkat dari sebelumnya 0,3%

Tinggalkan Balasan