News

FGD Roadmap Ekonomi Biru KKP 2045 – 30 November 2022

Dalam rangka pembahasan program prioritas Pengembangan Perikanan Budidaya Pesisir, Laut dan Pedalaman dalam Peta Jalan ( Roadmap ) Ekonomi Biru KKP 2045, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan perikanan mengadakan Focus Group Discussion ( FGD ) yang bertujuan mendapatkan masukan dan saran guna penyempurnaan rencana implementasi blue economy di bidang perikanan budidaya di pesisir, laut dan pedalaman, serta menyamakan persepsi tentang rencana implementasi blue economy di bidang perikanan budidaya di pesisir, laut dan pedalaman. Indonesia merupakan negara maritim yang memiliki potensi sumberdaya kelautan dan perikanan yang menjanjikan untuk menunjang pertumbuhan ekonomi dan pembangunan nasional. Dengan potensi sumber daya ikan yang dimiliki, sudah sepantasnya sektor kelautan dan perikanan memiliki kontribusi terhadap perekonomian lokal maupun nasional. Untuk itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan menyiapkan 5 ( lima ) program utama di sektor kelautan dan perikanan yang berbasis pada ekonomi biru yang menyeimbangkan antara kepentingan lingkungan, sosial dan ekonomi, yaitu :
1. perluasan kawasan konservasi laut,
2. penangkapan ikan terukur,
3. pengembangan perikanan budidaya pesisir, laut, dan pedalaman,
4. pengelolaan berkelanjutan pesisir dan pulau-pulau kecil,
5. pengelolaan sampah plastik di laut.

Beberapa permasalahan dan tantangan dalam pengembangan perikanan budidaya yang saat ini dihadapi adalah :

1. sebagian besar kawasan budidaya belum ditetapkan, ditata dan memiliki prasarana kawasan yang memadai ( seperti sistem irigasi, tandon dan IPAL pada areal pertambakan ),
2. produktivitas rata-rata masih rendah ( misal udang tradisional 0,6 ton/Ha/tahun ),
3. bahan baku pakan basis ikan berkisar 15-30% dan sebagian besar masih impor,
4. rekayasa genetika induk belum optimal, bahkan sebagian kebutuhan induk masih impor ( contohnya udang ),
5. minimnya ketersediaan bibit rumput laut dan benih ikan ( terutama komooditas air laut ) baik secara kualitas, kuantitas dan kontinuitas di sentra-sentra produksi,
6. penurunan kualitas lingkungan dan tingginya insiden penyakit menyebabkan rendahnya produtivitas bahkan sampai kegagalan produksi,
7. inefisiensi biaya logistik karena sistem budidaya belum terintegrasi hulu – hilir, serta
8. produksi masih belum mempertimbangkan permintaan dan serapan pasar.

Implementasi ekonomi biru ( blue economy ) dibidang perikanan budidaya ( pesisir, laut dan pedalaman ) adalah upaya untuk meningkatkan produksi perikanan budidaya Indonesia sesuai peruntukkan lahan dan daya dukung lingkungan untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri serta memenuhi permintaan global melalui teknologi budidaya yang ramah lingkungan, efisien, rendah emisi dan inklusif sosial sehingga berkelanjutan dan berkeadilan. Kegiatan pembudidayaan ikan dari hulu hingga hilir baik on farm maupun yang off farm telah tumbuh dan berkembang menjadi lapangan usaha dan lapangan kerja, mata pencaharian sebagaian besar pembudidaya ikan, menghasilkan pendapatan negara dari pajak dan devisi serta menggerakkan perekonomian daerah melalui multipier effect-nya. Untuk mengoptimalkan kontribusi perikanan budidaya dalam mewujudkan Indonesia Emas pada tahun 2045, dilakukan serangkaian program/kegiatan secara bertahap. Program/kegiatan tersebut terdiri atas 4 strategi yaitu :

1. pengembangan budidaya ramah lingkungan, berkelanjutan dan berkeadilan;
2. peningkatan efisiensi dan efektivitas produksi;
3. peningkatan nilai tambah produk, akses pasar, dan pengawasan sumber daya, 
4. penguatan kelembagaan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Oleh karena itu telah disusunan Roadmap Blue Economy yang mencakup 5 program prioritas KKP, diantaranya adalah pengembangan budidaya pesisir, laut, dan pedalaman. Untuk dapat diimplementasikan dengan baik maka roadmap perlu dikomunikasikan dengan seluruh stakeholders. Serta dalam rangka penyempurnaan substansi draft Roadmap Blue Economy tersebut perlu mendapatkan masukan dari berbagai pihak terkait melalui focus grup discussion.

Tinggalkan Balasan