Audiensi dengan Kepala Badan Karantina Indonesia – 1 Juli 2026
Asosiasi Pengusaha Indonesia – APINDO menggelar audiensi dengan Kepala Badan Karantina Indonesia – Abdul Kadir Karding, guna memperkuat sinergi dalam menciptakan sistem karantina yang lebih efektif, terintegrasi, dan mendukung kelancaran arus perdagangan nasional. Delegasi APINDO dipimpin oleh Ketua Bidang Perikanan dan Peternakan APINDO – Hendra Sugandhi didampingi Dewa Putu Sumerta – Ketua Komite Peternakan Ayam APINDO, William Sutioso – Anggota Komite Perikanan APINDO. Turut hadir pula perwakilan asosiasi sektoral, yaitu Saut Hutagalung – Ketua Umum AP5I dan ASTUIN, Sadarma Saragih – Ketua Harian APIKI, serta Safari Azis – Ketua Umum ARLI. Dari pihak Badan Karantina Indonesia turut hadir Sekretaris Utama, Staf Khusus, Deputi Bidang Karantina Hewan, Deputi Bidang Karantina Tumbuhan, para Direktur Manajemen Risiko, Standar, dan Tindakan Karantina, Kepala Pusat Data dan Informasi, Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat, beserta jajaran terkait. Dalam pertemuan tersebut, APINDO menyampaikan berbagai masukan strategis untuk meningkatkan efisiensi layanan ekspor-impor, termasuk mendorong implementasi single inspection, penguatan pendekatan risk-based inspection, serta percepatan digitalisasi layanan melalui integrasi data lintas instansi guna mengurangi duplikasi proses pemeriksaan. APINDO juga menekankan pentingnya harmonisasi regulasi, kepastian implementasi kebijakan di seluruh daerah, serta penyusunan standar pelayanan yang seragam bagi dunia usaha. Badan Karantina Indonesia (Barantin) berencana memangkas berbagai aturan yang dinilai menghambat kegiatan ekspor. Langkah tersebut dilakukan melalui deregulasi terhadap 22 peraturan kepala badan, sekaligus mempercepat layanan karantina dan menyederhanakan proses pemeriksaan guna meningkatkan daya saing eksportir. Selain deregulasi, Barantin juga akan memperkuat koordinasi dengan kementerian dan lembaga lain agar proses layanan dapat terintegrasi melalui sistem single submission dan single inspection. Menurut Karding, langkah tersebut penting untuk memangkas beban administrasi yang selama ini ditanggung eksportir. Barantin bersama APINDO juga sepakat membentuk forum konsultasi rutin setiap dua hingga tiga bulan, untuk mengevaluasi berbagai kendala yang dihadapi pelaku usaha. Sementara itu, Ketua Bidang Industri Perikanan dan Peternakan Apindo – Hendra Sugandhi menyambut baik langkah Barantin membuka ruang konsultasi dengan dunia usaha. Menurutnya, kolaborasi tersebut diperlukan agar tekanan dari kondisi ekonomi global tidak semakin membebani eksportir. Menanggapi berbagai masukan tersebut, Kepala Badan Karantina Indonesia menyampaikan komitmen untuk terus melakukan penyempurnaan regulasi dan pelayanan, sekaligus menyambut baik usulan pembentukan Forum Konsultasi APINDO–Badan Karantina Indonesia sebagai wadah dialog rutin antara pemerintah dan pelaku usaha. Selain itu, Badan Karantina Indonesia juga mendorong APINDO bersama asosiasi sektoral untuk menyusun daftar regulasi yang perlu dilakukan debottlenecking sebagai dasar percepatan reformasi kebijakan. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem ekspor-impor Indonesia yang semakin efisien, adaptif, dan berdaya saing global.
