Green Talk Pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan ( EBT ) di Sektor Industri – 5 Agustus 2020
Kementerian Perindustrian melalui mengadakan Green Talk “ Pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan ( EBT ) di Sektor Industri “, tentunya untuk mendukung penggunaan energi baru terbarukan.
Jumlah penggunaan energi secara nasional saat ini 95% bergantung pada energi fosil dan hanya 5% yang berasal dari energi alternatif. Jika kondisi ini tetap dipertahankan, maka Indonesia tinggal menunggu waktu untuk mengalami kelangkaan energi. Dari kekhawatiran akan hal tersebut, maka pengembangan energi alternatif harus menjadi program yang diutamakan. Energi baru terbarukan merupakan era masa depan untuk keberlanjutan penyediaan energi dan ketenagalistrikan nasional, termasuk yang menjadi kebutuhan sektor industri. Sebagian besar pembangkit listrik di Indonesia masih menggunakan energi fosil ( minyak, batubara, dan gas bumi ) yang mencapai 81,3%. Di lain pihak, Indonesia kaya akan potensi sumber energi baru terbarukan, mulai dari panas bumi, matahari, dan juga energi hydro. Oleh karena itu, salah satu arah kebijakan dan strategi dalam rangka pemenuhan akses, pasokan energi serta tenaga listrik yang merata dan berkelanjutan adalah peningkatan efisiensi pada pemanfaatan energi dan tenaga listrik melalui pengembangan dan pemanfaatan teknologi. Energi terbarukan adalah sumber energi yang cepat dipulihkan kembali secara alami, dan prosesnya berkelanjutan. Energi terbarukan dihasilkan dari sumberdaya energi yang secara alami tidak akan habis bahkan berkelanjutan jika dikelola dengan baik. Energi terbarukan kerap disebut juga sebagai energi berkelanjutan ( sustainable energy ). Energi alternatif adalah istilah yang digunakan untuk segala bahan atau sumber energi yang dapat digunakan untuk menggantikan fungsi dari energi fosil. Energi alami ini mampu mengurangi kerusakan pada lingkungan dan lebih ramah lingkungan. Kemunculannya sebagai antitesis terhadap pengembangan dan penggunaan energi berbahan fosil ( batubara, minyak bumi, dan gas alam ) dan nuklir. Selain dapat dipulihkan kembali, energi terbarukan diyakini lebih bersih ( ramah lingkungan ), aman, dan terjangkau masyarakat. Penggunaan energi terbarukan lebih ramah lingkungan karena mampu mengurangi pencemaran lingkungan dan kerusakan lingkungan di banding energi non-terbarukan. Energi terbarukan yang bisa digunakan diantaranya Biofuel atau bahan bakar hayati adalah sumber energi terbarukan berupa bahan bakar ( baik padat, cair, dan gas ) yang dihasilkan dari bahan-bahan organik. Sumber biofuel adalah tanaman yang memiliki kandungan gula tinggi (seperti sorgum dan tebu) dan tanaman yang memiliki kandungan minyak nabati tinggi (seperti jarak, ganggang, dan kelapa sawit). Biomassa adalah jenis energi terbarukan yang mengacu pada bahan biologis yang berasal dari organisme yang hidup atau belum lama mati. Sumber biomassa antara lain bahan bakar kayu, limbah dan alkohol.
