News

Soft Launching Pasar Laut Indonesia – 19 Agustus 2020

Dalam rangka mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia ( Gernas BBI ) yang telah diresmikan Presiden Republik Indonesia pada tanggal 14 Mei 2020, Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan mengadakan Soft Launching “ Pasar Laut Indonesia “. Peluncuran Pasar Laut Indonesia merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam melaksanakan tugas dan fungsinya yakni hadir membantu UMKM berdasarkan kewenangannya masing-masing. Di antaranya memelopori pembelian produk UMKM, membantu mempromosikan produk UMKM, serta memasukkan produk UMKM dalam ekosistem digital. Pasar Laut Indonesia merupakan program dari KKP yang akan menjadi payung program bagi UMKM unggulan KKP untuk dipromosikan sebagai bagian dari program Gernas BBI. Pasar Laut Indonesia akan memilih beragam produk UMKM binaan KKP lalu menyeleksi unggulannya. Produk unggulan ini akan dipromosikan dengan beragam strategi pemasaran efektif melalui event dan media komunikasi konvensional maupun digital. Diharapkan Pasar Laut Indonesia dapat mendorong produk lokal unggulan dengan tujuan menumbuhkan perekonomian daerah dan nasional yang akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, UMKM, dan Bangsa Indonesia. Dalam soft Launching Pasar Laut Indoensia, KKP juga berkolaborasi dengan Gojek, Grab dan PT. Aruna Jaya Nusantara salah satu perusahaan start up yang juga merupakan anggota AP5I, merupakan bagian dari dukungan jangka panjang untuk Gernas BBI. Inisiatif ini mendukung UMKM dengan memperluas jangkauan pasar mereka, salah satunya melalui lewat platform digital. Sebelumnya, soft launching Pasar Laut Indonesia ditandai dengan peluncuran website dan akun media sosial BBI–KKP oleh Menteri Kelautan dan Perikanan – Edhy Prabowo bersama Menteri Koperasi dan UKM – Teten Masduki. Ruang promosi bagi UMKM sekaligus mengajak masyarakat untuk bangga terhadap produk kelautan dan perikanan kita. Landskap produk unggulan sektor KP terdiri dari 35% edible produk utuh ( hidup, segar, beku ) yakni udang, ikan, rajungan, kepiting, fillet dan ikan hias. Kemudian 45% edible produk olahan ( siap makan, siap saji ) yakni bakso ikan, kaki naga, kerupuk, pempek, dan dimsum kemasan. Terakhir, 20% non-edible produk yang terdiri dari garam spa, kekerangan untuk kerajinan, rumput laut untuk farmasi dan kosmetik serta mutiara. Tentu ini menunjukkan bahwa produk perikanan sangat variatif serta masih banyak potensinya. Selain memberikan ruang promosi, KKP juga menyediakan pendampingan, pelatihan, serta konsultasi bagi UMKM di sektor KP. Bahkan, KKP juga menyediakan fasilitas bantuan pemodalan melalui dana Badan Layanan Umum ( BLU )Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan ( LPMUKP ) dan Kredit Usaha Rakyat ( KUR ).Terkait akses pemodalan, silakan dibuka di https://bit.ly/aksesmodal_KKP. Diharapkan sektor KP bisa menjadi penggerak ekonomi di masa pandemi covid-19. Terlebih produk perikanan sangat baik dikonsumsi guna meningkatkan imunitas tubuh. Tentunya pandemi covid-19 bisa menjadi peluang bagi pelaku usaha sektor kelautan dan perikanan untuk mengembangkan usahanya, seiring dengan permintaan ikan yang semakin tinggi karena orang membutuhkan asupan gizi menyehatkan yang mampu meningkatkan sistem imun.

Tinggalkan Balasan