Webinar Challenges and Opportunities of Cold Chain Logistics in Indonesia – 19 Agustus 2020
Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Industri Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bekerjasama dengan The Logistics Institute Asia Pacific , National University of Singapore ( TLIAP-NUS ) dan Universitas Hasanudin mengadakan Webinar “ Challenges and Opportunities of Cold Chain Logistics in Indonesia “. Webinar ini bertujuan untuk berbagi pengetahuan mengenai inovasi dan peluang pengembangan infrastruktur cold chain Indonesia di masa depan dan menjaring informasi dalam rangka pemetaan sistem rantai pasok produk seafood di Indonesia. Sektor perikanan kini menjadi salah satu perhatian khusus pemerintah Indonesia untuk dioptimalkan kembali hasil kekayaannya agar mempunyai nilai tambah dan menyumbang pendapatan negara dan terutama kesejahteraan rakyat. Data perikanan Indonesia yang semakin meningkat setiap tahun merupakan sebuah peluang dan tantangan yang harus disikapi secara seksama. Namun dalam waktu yang bersamaan, terdapat tantangan yaitu sifat ikan yang mudah rusak ( perishable ) sehingga diperlukan penanganan khusus untuk menjaga ikan tetap segar dan mempunyai kualitas tinggi. Usaha penanganan ini diperlukan baik di atas kapal penangkap ikan, di tambak budidaya, ketika didaratkan di TPI, di unit pengolahan ikan, dan saat didistribusikan. Cold chain ( rantai dingin ) adalah salah satu penanganan khusus yang penting diaplikasikan untuk penanganan produk perikanan. Cold chain adalah bagian dari rantai pasok ( supply chain ) yang bertujuan untuk menjaga suhu agar produk tetap terjaga selama proses pengumpulan, pengolahan, dan distribusi komoditas hingga ke tangan konsumen. Dengan demikian, cold chain management ( manajemen rantai dingin ) adalah seluruh aktivitas rantai pendingin yang dianalisis, diukur, dikontrol, didokumentasikan, dan divalidasi agar berjalan secara efektif dan efisien baik secara teknis maupun ekonomis. Cold chain dalam perikanan dapat digunakan untuk mengoptimalkan suhu dan kualitas kesegaran ikan. Optimalisasi tersebut dilakukan dengan cara melacak suhu real time dari ikan yang didinginkan. Suhu real time ikan digunakan sebagai input informasi energi yang dibutuhkan untuk pengkondisian suhu dan lingkungan yang diperlukan ikan untuk menjaga kualitas serta kesegaran. Untuk mendapatkan sebuah sistem cold chain yang tepat, ada empat tahap kritis yang harus dicermati yaitu penanganan saat diproses awal, penyimpanan dan pengolahan saat tiba di darat, penanganan saat transportasi ke lokasi tujuan, penanganan saat bongkar muat dan sistem distribusi ke konsumen.
