FGD Paha Katak – 20 Maret 2021

Dari waktu ke waktu, Negara pembeli paha katak Indonesia terutama Uni Eropa semakin memperketat impor paha katak terutama dalam kaitan dengan permasalahan sanitary dan sustainability.   Agar ekspor paha katak bisa terus berjalan dengan lancar, AP5I akan menyelenggarakan Focus Group Discussion ( FGD ) dengan tema “ Menjaga Keberlanjutan Ekspor Paha Katak Indonesia “ dengan narasumber Amir Hamidy – Direktur Sekretariat Kewenangan Ilmiah Keanekaragaman Hayati LIPI dan Widodo Sumiyanto – Kepala Pusat Pengendalian Mutu – BKIPM KKP. FGD ini akan diadakan secara virtual melalui aplikasi zoom yang diikuti oleh anggota AP5I packers pengolahan paha katak, perwakilan dari BKIPM, perwakilan dari PDSPKP KKP. Dalam presentasinya, Amir Hamidy menjelaskan bahwa saat ini komoditi paha katak saat ini sudah ada wacana untuk dimasukan ke dalam CITES karena itu perlu menjadi perhatian khusus untuk Indonesia. CITES ( Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora )untuk memenuhi persayaratan Legality, Traceability, Sustainability. Saat ini pemanenan individu Kodok Sawah Fejervarya cancrivora paling tinggi jumlahnya di Pulau Jawa. Pemanenan kodok Fejervarya cancrivora di persawahan Pulau Jawa telah berlangsung lebih dari 10 tahun. Hasil uji DNA di Laboratorium Genetika, Bidang Zoologi, Puslit Biologi membuktikan bahwa jenis kodok yang berupa daging paha kodok beku adalah dari jenis Fejervarya cancrivora. Hasil kajian histologi tulang paha kodok Fejervarya cancrivora di Laboratorium Reproduksi, Bidang Zoologi, Puslit Biologi membuktikan satu lingkaran tahun pada tulang penampang melintang tulang paha setara dengan umur kodok satu tahun dan panjang tubuh ( SVL ) rata-rata 10 mm. Hasil kajian spesimen betina kodok Fejervarya cancrivora yang disimpan di Laboratorium Herpetologi, Bidang Zoologi, Puslit Biologi membuktikan pada panjang tubuh (SVL) rata-rata 50 mm telah berisi telur. Individu betina dewasa kodok Fejervarya cancrivora bereproduksi dengan menghasilkan telur paling sedikitnya dua kali setahun ke habitat alam. Individu dewasa kodok Fejervarya cancrivora dengan lingkar tahun sebanyak 9-10; jumlah ini setara dengan panjang tubuh ( SVL ) 90 mm telah bereproduksi dengan menghasilkan telur paling sedikit 10 kali ke habitat alam. Otoritas Ilmiah Indonesia ( LIPI ) peduli terhadap perbaikan populasi alam kodok Fejervarya cancrivora dengan mengimplementasi rekomendasi panjang tubuh ( SVL ) kodok Fejervarya cancrivora yang layak dipanen. Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan di atas, panjang tubuh (SVL) kodok Fejervarya cancrivora yang layak dipanen untuk produk daging paha adalah berukuran di atas 90 mm. Sedangkan Widodo Sumiyanto dalam presentasinya menjelaskan berdasarakan Regulation ( EC ) No 853/2004 laying down specific hygiene rules for food of animal origin,  pelaku usaha pangan yang mengolah/menyiapkan paha katak untuk konsumsi manusia harus menjamin kesesuaiannya dengan persyaratan kodok yang mati selain dimatikan di perusahaan tidak boleh dipersiapkan untuk konsumsi manusia, kodok harus disampling dan diuji organoleptik. Apabila hasil uji organoleptic tersebut menunjukkan adanya bahaya, maka tidak boleh digunakan untuk konsumsi manusia. Segera setelah tahap persiapan, paha kodok harus segera dicuci dengan air yang mengalir dan segera didinginkan sampai suhu mendekati titik leleh es, dibekukan atau diolah. Berdasarkan aturan Country of Origin produk paha kodok hanya dapat diimpor dari negara yang telah terdaftar/disetujui oleh Uni Eropa ( positive list ). Daftar negara yang masuk dalam positive list tercantum dalam Annex III to Commission Implementing Regulation (EU) 2019/626. Selain itu haru juga memenuhi Approved Establishment dimana produk paha kodok harus diproses pada Unit pengolahan yang telah terdaftar/disetujui oleh Uni Eropa  atau mempunyai approval number. Daftar Konsolidasi Unit pengolahan yang telah disetujui terdapat pada  Website Komisi Eropa Lists of approved plants/establishments ”.  Setiap consignment Paha kodok yang dikirim ke UE harus dilengkapi dengan Health Certificate ( HC ) dengan model HC sesuai dengan Bagian III of Annex III of Commission Implementing Regulation (EU) 2019/628, dimanaditanda tangani oleh Inspektur mutu yang berwenang di negara asal. Pengiriman paha kodok ke Inggeris mulai 1 Januari 2021 harus dilengkapi dengan HC yang sesuai dengan ketentuan yang tercantum pada GOV.UK. Untuk selanjutnya akan diadakan meeting internal dengan anggota AP5I packers paha katak untuk menindaklanjuti informasi yang didapatkan dari LIPI dan BKIPM.

Tinggalkan Balasan