News

Hari Ikan Nasional ( Harkannas ) – 23 November 2021

Memperingati Hari Ikan Nasional ( Harkannas ), Pemprov Jawa Timur melalui Dinas Kelautan dan Perikanan ( DKP ) menggelar serangkaian acara mulai 23 November hingga 25 November 2021. Pada hari pertama Bidang Budidaya menggelar acara seminar dengan tema “ Go Budidaya! Dunia Dalam Genggaman ” dengan mengusung 2 topik pembahasan. Topik pertama yaitu, Bisnis Ikan Hias dan Pemberdayaan Ekonomi di Provinsi Jatim. Topik kedua adalah Mutiara dan Udang Kemilaukan Harapan Budidaya. Acara yang dibuka oleh Kadis DKP Jatim  – Dr. Ir. Dyah Wahyu Ermawati, MA dalam sambutannya mengatakan, Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Timur mengajak kepada seluruh masyarakat untuk memanfaatkan peluang usaha di bidang perikanan khususnya budidaya ikan yang mempunyai nilai ekonomis tinggi, seperti udang ( Vaname dan Windu), Ikan kerapu, ikan hias dan tidak menutup kemungkinan kita juga bisa mengembangkan kerang mutiara. Dinas Kelautan dan Perikanan Jatim telah memberikan dukungan yang cukup besar kepada semua lapisan masyarakat dan para stakeholder guna memfasilitasi dan memudahkan para pembudidaya dan pelaku usaha perikanan, diantaranya berupa bantuan hibah, pelayanan ijin usaha, pelatihan dan bimbingan teknis budidaya, dll. Yang bertujuan untuk membantu dan menstimulan masyarakat untuk melakukan usaha di bidang budidaya ikan. Dalam seminar ini dijelaskan bahwa pengelolaan proses produksi budidaya udang harus benar-benar dilakukan secara bertanggungjawab dengan menerapkan prinsip budidaya berkelanjutan ( sustainable aquaculture ). Tentunya hal ini dilakukan agar tidak terjadi lagi masa kelam ambruknya bisnis udang windu beberapa dekade yang lalu terulang kembali akibat pola pengelolaan yang tidak terukur dan sporadis. Pola pengelolaan tersebut antara lain lemahnya penerapan biosecurity, penggunaan input produksi yang tidak terukur dan minimnya pengendalian terhadap limbah budidaya. Aspek keberlanjutan menjadi keniscayaan dalam menjamin kesinambungan bisnis perudangan nasional yakni dengan memadukan pertimbangan aspek lingkungan, ekonomi, dan sosial dalam pendekatan pengelolaannya. DKP Jatim mendukung program KKP yang telah mendorong pengembangan budidaya berbasis klaster, melalui perbaikan tata letak, dan penerapan biosecurity secara ketat. Pendekatan klaster juga memungkinkan manajemen yang lebih terintegratif dalam seluruh tahapan proses produksi, mempermudah dalam management usaha, meningkatkan efisiensi usaha, serta mengurangi dampak penyakit. Saat ini juga perlu diperhatikan penilaian dampak lingkungan sebagai bagian dari upaya antisipasi dini ( early warning ) yakni melalui pemenuhan analisis dampak lingkungan ( Amdal ) khususnya bagi industri udang yang memiliki dampak penting terhadap lingkungan dan semua unit usaha budidaya udang harus dipastikan memiliki unit/instalasi pengelolaan limbah ( IPAL ) yang efektif. Ketua Umum AP5I – Budhi Wibowo dalam presentasinya mengingatkan kembali bahwa persaingan perdagangan ekspor udang dunia diprediksi akan semakin ketat, seiring dengan preferensi konsumen global yang terus naik. Oleh karenanya, kata kunci yang harus dipenuhi dalam mendorong keberterimaan produk udang nasional adalah bagaimana menciptakan daya saing produk udang nasional yang kompetitif. Ada dua faktor utama untuk menciptakan daya saing produk udang nasional yakni bagaimana menciptakan efisiensi produksi dan keterjaminan mutu atau foodsafety. Efisiensi, selanjutnya berkaitan dengan menciptakan nilai tambah dan posisi tawar produk di pasaran.  Sedangkan mutu berkaitan dalam meningkatkan preferensi konsumen global terhadap produk udang nasional, serta kesadaran akan kesehatan. Sedangkan terkait mutu atau foodsafety, baik DKP Jatim dan KKP terus mendorong unit usaha budidaya udang untuk secara konsisten menerapkan system jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan, yakni dengan mendorong pemenuhan sertifikasi Indonesian Good Aquaculture Practice ( IndoGAP ) dalam seluruh tahapan proses produksi, contohnya induk udang harus dari hasil breeding yang baik dan keluar masuk ke Indonesia harus yang bersertifikat free patogen

Tinggalkan Balasan