News

Rapat Tindak Lanjut Buyers and Supplier Gathering – 13 Januari 2022

Menindaklanjuti hasil pelaksanaan kegiatan Buyers and Supplier Gathering tanggal 18 November 2021, Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan mengadakan rapat untuk menindaklanjuti kegiatan buyers and supplier gathering tersebut. Salah satu yang akan dibahas dalam rapat ini adalah pemaparan hasil survei mengenai persepsi buyer terhadap produk perikanan Indonesia. Secara umum, acara buyers and supplier gathering mendapat apresiasi positif dari peserta  dimana citra seafood  Indonesia ditampilkan sebagai yang terdepan dalam hal sustainability/ keberlanjutan.  Tingkat partisipasi peserta cukup tinggi dengan dialog positif dengan pembeli selama acara berlangsung. Para pembeli juga menyampaikan pandangan mereka dengan jujur ​​dan jelas. Pertanyaan dari hadirin terutama membahas tantangan utama ke depan di bidang seafood Indonesia dan sustainability/keberlanjutan. Saat ini, memiliki sertifikasi menjadi hal yang mendasar dan sangat penting, Indonesia bisa melangkah lebih jauh dengan memiliki sertifikasi yang sesuai dengan karakteristik seafood Indonesia kemudian membangun brand yang mendukung karakteristik tersebut. Kegiatan buyer perception survey dilakukan pada bulan November dan Desember 2021 terhadap 17 buyers seafood dari Indonesia dengan komposisi 6 buyers Eropa, 8 buyers North America, dan 3 buyers Southeast Asia. Tujuan pelaksanaan survey adalah untuk mengetahui persepsi dan wawasan tentang produk seafood ( terutama udang, tuna dan kepiting ) dari Indonesia dan memahami isu-isu yang lebih luas di sektor seafood yang saat ini mempengaruhi persepsi buyers. Hasil dari survey tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut :

  1. Harga seafood Indonesia dianggap kompetitive di pasaran dunia. Meskipun demikian, kenaikan harga menjadi perhatian utama dari pelaku pasar seafood dunia. Hal-hal yang mendorong kenaikan harga di antaranya meningkatnya biaya tenaga kerja, bahan bakar, pengemasan dan logistik. Oleh karena itu, pengaturan logistik yang efisien dan tepat waktu akan menjadi keuntungan yang signifikan bagi exportir seafood Indonesia untuk bersaing di pasar dunia.
  2. Buyers memberikan kesan yang sangat positif terhadap produk seafood dari Indonesia. Meskipun demikian, Sebagian besar pangsa pasar seafood Indonesia masih terkonsentrasi di pasar Amerika. Mengingat impresi positif dari pelaku pasar, peningkatan pangsa pasar di luar Amerika dapat menjadi strategi perluasan/ekspansi pasar produk perikanan Indonesia.
  3. Survey menunjukan respon positif pelaku pasar terhadap udang, kepiting dan tuna dari Indonesia. Pada umumnya pembeli merasa puas terhadap aspek harga, kualitas, dan sustainability/keberlanjutan dari rantai nilai produk-produk tersebut. Perhatian lebih perlu diberikan kepada aspek sustainability/keberlanjutan. Buyers memberikan contoh label sustainability pada kemasan produk menjadi salah satu endorsement bagi pembeli/end user dalam memilih produk.
  4. Sistem traceability/ketelusuran digital dan teknologi blockchain juga menjadi concern dari buyers di mana Sebagian besar buyers sedang dalam proses atau mengadopsi system traceability digital.

Tinggalkan Balasan