Pertemuan Asosiasi CPO dan Perikanan Indonesia – China Chamber of Commerce for Import and Export of Foodstuffs, Native Produce dan Animal by Products ( CFNA ) – 31 Oktober 2022
Menindaklanjuti kunjungan Presiden RI ke China pada bulan Juli 2022 terkait dengan implementasi pembelian produk Crude Palm Oil ( CPO ) dan turunannya, serta produk pertanian dan perikanan Indonesia oleh China dan menindaklanjuti rapat koordinasi tanggal 21 oktober 2022 yang lalu, Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional – Kementerian Perdagangan mengadakan pertemuan asosiasi CPO dan perikanan Indonesia dengan China Chamber of Commerce for Import and Export of Foodstuffs, Native Produce dan Animal by Producys ( CFNA ). Dalam pertemuan ini diinformasikan bahwa akan dilakukan kerjasama antara CFNA dengan Perwakilan Asosiasi CPO dan Produk perikanan sebagai langkah kerjasama perluasan pasar baik di Indonesia maupun di China. Sebagai informasi saat ini jumlah anggota CFNA sebanyak 500 anggota dan 10% dari anggota tersebut bergerak dalam industri pengolahan perikanan. Langkah awal akan dilakukan penandatangan MoU antara CFNA dengan Asosiasi Perikanan pada tanggal 11 November 2022 yang akan dilanjutkan dengan penandatangan kerjasama antara anggota CFNA dengan anggota asosiasi perikanan yang lebih fokus ke arah B to B. Dalam hal ini AP5I ikut berpartisipasi dalam penandatangan MoU tersebut. Untuk mempermudah kerjasama dengan anggota AP5I dan CFNA nantinya, pada saat pertemuan ini AP5I meminta informasi terkait komoditas perikanan apa saja yang saat ini diperlukan oleh buyer china melalui CFNA agar lebih mudah berkoordinasi dan mempersiapkan anggota AP5I sebelum penandatangan MoU tersebut. Sebelum penandatangan MoU dilakukan pertemuan secara virtual antara CFNA dengan asosiasi produk CPO, pertanian dan perikanan Indonesia yang difasilitasi oleh Atase Perdagangan Beijing dan Kementerian Perdagangan untuk mengenal satu sama lain dan rencana kerjasama. Ketua Umum AP5I – Budhi Wibowo dalam pertemuan ini memperkenalkan AP5I dan anggota-anggotanya dan menginformasikan bahwa anggota AP5I sebagian besar adalah pengolah dan eksporter olahan ikan, seperti udang, tuna, thilapia dan berbagai jenis ikan lainnya. Produk ekspor perikanan anggota AP5I ke china yang utama adalah cumi-cumi, layur, udang , ikan kakap dan berbagai jenis ikan lainnya. Anggota AP5I juga melakukan impor ikan dari china yang akan digunakan sebagai bahan baku untuk diproses menjadi produk olahan perikanan. Beberapa jenis ikan yang diimpor oleh anggota kami dari china terutama adalah pacific mackerel dan tuna. China saat ini secara volume sudah menjadi pasar terbesar ekspor produk olahan perikanan Indonesia yaitu sebesar 400 ribu ton per tahun. Namun jika dibandingkan dengan total impor produk perikanan ke china, ekspor produk perikanan masih sangat kecil. Sebagai contoh ekspor udang Indonesia sekitar 10.000 ton per tahun, adapun impor udang china dari seluruh dunia sekitar 700 ribu ton per tahun. Berarti Udang dari Indonesia hanya berperan dibawah 2 % dari kebutuhan impor udang china. Tentunya dengan adanya kerjasama ini, AP5I sangat berharap bahwa ekspor anggota AP5I ke china bisa semakin meningkat dimasa mendatang.
