News

Awareness – Raising Plan Sistem Manajemen Resiko Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan, HACCP dan Biosecurity – 26 September 2023

Pusat Standardisasi Sistem dan Kepatuhan BP2MHKP dan TFO Canada mengadakan kegiatan Awareness-raising plan terkait pengembangan sistem manajemen risiko mutu dan keamanan hasil perikanan, HACCP dan biosecurity yang dilaksanakan secara luring dan daring. Kegiatan dibuka oleh Kepala Pusat Standardisasi Sistem dan Kepatuhan BP2MHKP – Woro Nur Endang Sariati, dan diikuti sebanyak 40 peserta secara luring, 80 peserta secara daring yang berasal dari Asosiasi/Pelaku Usaha Perikanan, Mr. Gregory A. Elms – Project Manager TFO Canada di Indonesia beserta Tim dan personil pelaksana pengendali ( official control ) Sistem Jaminan Mutu dan Keamanan Hasil Kelautan dan Perikanan BP2MHKP, Balai Besar KIPM Jakarta I, Balai KIPM Jakarta II dan UPT BP2MHKP seluruh Indonesia. Narasumber kegiatan ini adalah Kepala Pusat Pengendalian Mutu – Widodo Sumiyanto, Ketua Tim Kerja Penanganan Kasus dan Ketertelusuran – Agung Santoso, Pengendali Hama dan Penyakit Ikan – Muda Inda Wahyuni, dan Ketua Tim Kerja Penerapan Sistem Jaminan Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan –  Ahmad Jauhari. Tujuan diadakannya kegiatan Awareness-raising plan terkait pengembangan sistem manajemen risiko mutu dan keamanan hasil perikanan, HACCP dan biosecurity yang tercakup dalam Implementation Agreement adalah :

1. Penilaian status aktual dan penyelesaian pedoman untuk meningkatkan sistem manajemen risiko.
2. Peningkatan kapasitas dan peningkatan kesadaran tentang peningkatan sistem manajemen risiko.
3. Validasi sistem kontrol di negara-negara pengekspor utama.
4. Pemantauan, evaluasi dan umpan balik.

Dengan diterbitkannya Keputusan Kepala BKIPM No. 26 Tahun 2023 tentang Penilaian Tingkat Risiko Pemasukan Tuna, Sarden, dan Makarel ke Dalam Wilayah Negara Republik Indonesia dan meningkatkan pengembangan sistem manajemen dan pengendalian impor yang berbasis risiko, Pusat Standardisasi Sistem dan Kepatuhan bekerja sama dengan Trade Facilitation Office ( TFO ) Canada dalam Implementation Agreement ( IA ) tentang Enhancing Risk Management of Import Control and Inspection System for Fish and Fishery Products in Indonesia. Beberapa materi yang disampaikan diantaranya : Introduction to WTO – SPS and TBT agreements, WTO SPS Agreement International Standard-Setting Organisations ( The ‘3 Sisters’ ), Disease Surveillance, zoning and compartmentalisation, Principles of risk assessment, Biosecurity in aquaculture, Risk Analysis, Case studies of disease surveillance in seafood exporting countries, Identifying carries of pathogens in internasional trade. Diharapkan petugas karantina di tempat pemasukan Media Pembawa dapat mendukung kelancaran importasi khususnya komoditas Tuna, Sarden, dan Makarel dengan kemampuan dalam menentukan kategori risiko, mengetahui pengendalian bahaya dan resiko pemasukan media pembawa yang akan masuk ke Indonesia sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta meningkatkan pemahaman terkait prinsip – prinsip penerapan biosecurity pada proses budidaya sebagai salah satu cara pengendalian penyakit.

Tinggalkan Balasan