News

FGD Transformasi Industri Perikanan Indonesia melalui Peningkatan Produktivitas, Daya Saing, dan Hilirisasi yang Berkelanjutan – 6 November 2025

Dalam rangka penyusunan Pra Masterplan Industri Perikanan Indonesia, Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama Kadin Indonesia Bidang Perencanaan Pembangunan Nasional dan didukung oleh Tim Konsultan SKHA Indonesia mengadakan Focus Group Discussion ( FGD ) dengan tema “ Transformasi Industri Perikanan Indonesia melalui Peningkatan Produktivitas, Daya Saing, dan Hilirisasi yang Berkelanjutan “. Industri perikanan Indonesia menghadapi berbagai tantangan mendasar yang menghambat pengembangannya secara optimal. Tingginya ketergantungan terhadap impor masih menjadi persoalan, ditambah dengan rendahnya produktivitas, belum terstandarnya proses operasi, dan kualitas produk yang kurang memenuhi standar international. Jaringan distribusi yang belum terintergrasi secara baik serta keterbatasan akses terhadap infrastruktur fisik turut memperburuk kondisi ini. Sumber daya manusia di sektor perikanan juga menghadapi kendala dalam hal kualitas dan komptensi yang memadai untuk mendukung transformasi industri. Di sisi lain, regulasi yang ada saat ini belum komprehensif dan belum cukup mendukung Upaya industrialisasi perikanan secara menyeluruh. Permasalahan ini semakin menegaskan perlunya penyusunan strategi yang tepat sasaran untuk mendorong pertumbuhan industri perikanan nasional. Kondisi tersebut diperparah akibat belum tersedianya blueprint industri perikanan yang menyeluruh dan terarah sebagai pedoman pengembangan jangka panjang. Fokus pengembangan industri perikanan saat ini juga belum sepenuhnya berorientasi pada pasar, baik domestik maupun global, sehingga sering kali tidak sesuai dengan kebutuhan nyata industri dan konsumen. Sebagai tindak lanjutnya, saat ini Kementerian Kelautan dan Perikanan beserta tim Konsultan sedang dalam proses penyusunan Kajian Pra Masterplan Industri Perikanan untuk memetakan isu, kondisi eksisting, visi, sasaran, model eksosistem yang ideal, strategi beserta pentahapan transformasi industri perikanan Indonesia. Untuk memperkaya progress studi tersebut, dibutuhkan masukan dan aspirasi dari para pemangku kepentingan, termasuk asosiasi dan pelaku usaha. FGD ini diadakan untuk mempertemukan pemerintah, asosiasi, pelaku usaha, serta pihak terkait lainnya, guna merumuskan rekomendasi komprehensif bagi transformasi industri perikanan Indonesia. Pokok pembahasan pada transformasi industri perikanan nasional yang belum berada pada positioning yang paling optimal untuk memaksimalkan produktivitasnya sebagai salah satu penggerak ekonomi nasiona, setidaknya akibat lima hal berikut :
1. Belum optimalnya metode operasi produksi
2. Ketergantungan pada impor
3. Mayoritas pelaku usaha masih bersifat informal dan belum terstandard
4. Rendahnya proses industrialisasi dan hilirisasi produk perikanan
5. Belum bersaingnya produk perikanan nasional di pasar global

Transformasi industri perikanan dapat dikelompokan pada komoditas yang sesuai dengan permintaan pasar yaitu :
a. Komoditas untuk penguatan pasar domestic, antara lain catfish, tilapia, tongkol, mackerel, dan cakalang
b. Komoditas untuk penguatan daya saing di pasar global, antara lain rumput laut, udang, cumi-cumi, lobster, dan tuna.

Tinggalkan Balasan