News

Webinar Langkah Baru Ekspor Indonesia; Strategi Jitu Produk Perikanan Olahan Indonesia di Era I-EU CEPA – 19 November 2025

Dalam rangka mendorong peningkatan ekspor produk perikanan Indonesia ke pasar international, Direktorat Pengembangan Ekspor Produk Primer – Ditjen PEN mengadakan Webinar “ Langkah Baru Ekspor Indonesia; Strategi Jitu Produk Perikanan Olahan Indonesia di Era I-EU CEPA “ yang bertujuan memberikan wawasan dan pemahaman kepada para pelaku usaha perikanan Indonesia dalam meningkatkan daya saing produk dan informasi peluang untuk ekspor produk ikan olahan ke pasar Eropa. Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer – Miftah Farid membuka webinar ini dang mengatakan kegiatan ini sekaligus sebagai sosialisasi pemanfaatan penjanjian kemitraan ekonomi komprehensif Indonesia-EU CEPA yang telah ditandatangani pada 23 September lalu. Dalam sambutannya  disampaikan dengan memanfaatkan perjanjian IEU-CEPA, strategi yang tepat, serta kolaborasi dengan berbagai pihak diharapkan sektor perikanan olahan Indonesia dapat memperluas pangsa pasar di Uni Eropa. Sebagai narasumber dalam webinar adalah Atase Perdagangan Brussels – Lusyana Halmiati; Atase Perdagangan Hanoi – Addy P. Soemantry; dan Kepala ITPC Barcelona – Sri Haryanti. Berdasarkan data, pada periode Januari – September 2025 nilai ekspor produk perikanan olahan Indonesia ke Uni Eropa tercatat sebesar USD75,54 juta atau meningkat signifikan sebesar 73,61 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Produk perikanan dari Indonesia sampai di Eropa dalam kondisi baik dan memenuhi standar kualitas yang dipersyaratkan oleh pasar Eropa. Spesies seperti gurita, cumi-cumi, dan sotong telah diterima dengan baik, karena kesegaran dan rasanya tetap terjaga saat tiba. Diharapkan konsistensi dalam ukuran dan kemasan terjamin. Terdapat beberapa tantangan, seperti ketersediaan bahan baku di musim tertentu dan kesulitan membuka lini bisnis baru di pasar di mana banyak pembeli telah bekerja sama dengan pemasok yang mapan. Namun, importir percaya bahwa makanan laut Indonesia memiliki potensi besar dan dapat menjadi lebih mapan di Spanyol jika stabilitas rantai pasokan diperkuat. Dengan ditandatanganinya IEU-CEPA, jika tarif bea masuk untuk produk perikanan ke Indonesia ke Spanyol juga ikut mengalami penurunan, mitra pembeli di Spanyol optimis akan dapat meningkatkan permintaan dari Indonesia. Pelanggan di Eropa sangat menghargai kualitas, oleh karena itu sangat penting untuk ke depannya memastikan pasokan yang berkelanjutan dan menjaga konsistensi di seluruh tahapan.

Tinggalkan Balasan