Rapat Evaluasi Kinerja Ditjen Industri Agro – 8 s.d 9 Desember 2022
Dalam rangka monitoring dan evaluasi kinerja Direktorat Jenderal Industri Agro tahun 2022, Direktorat Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian mengadakan Rapat Evaluasi Kinerja Ditjen Industri Agro tahun 2022. Pertumbuhan global diperkirakan melambat dari 6,0 persen pada 2021 menjadi 3,2 persen pada 2022. Inflasi global diperkirakan akan meningkat dari 4,7 persen pada tahun 2021 menjadi 8,8 persen pada tahun 2022. Ekonomi beberapa negara mitra dagang utama tetap tumbuh di Triwulan 3-2022. Mobilitas Masyarakat Semakin Pulih. Pelonggaran syarat perjalanan, penyelenggaraan event internasional dan aktivitas keagamaan mendorong peningkatan mobilitas penduduk sepanjang triwulan 3-2022. Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan 1 hingga triwulan 3-2022 dibandingkan dengan triwulan 1 hingga triwulan 3-2021 tumbuh 5,40 persen. Seluruh lapangan usaha tumbuh, kecuali jasa kesehatan yang mengalami kontraksi. Lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi adalah transportasi & pergudangan serta akomodasi & makanana minuman yang didorong oleh peningkatan mobilitas masyarakat serta peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara. Seluruh leading sector, yaitu Industri, Pertambangan, Pertanian, Perdagangan, dan Konstruksi melanjutkan tren pemulihan. Industri Pengolahan tumbuh lebih tinggi dibandingkan dengan Triwulan 2-2022. Pada Triwulan 3-2022 ( y-on-y ), Industri Pengolahan menjadi sumber pertumbuhan tertinggi, yakni sebesar Industri Pengolahan Transportasi & Pergudangan 0,99%. Struktur perekonomian Indonesia secara spasial pada triwulan 3 – 2022 masih didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa yang memberikan kontribusi terhadap PDB sebesar 56,30 persen. Pada periode TW-III 2022 ini pertumbuhan PDB Industri Agro sebesar 2,64 mencatatkan perbaikan kinerja dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencapai 2,39%. Hal ini ditopang oleh Industri Mamin yang memiliki share terbesar masih tumbuh positif di angka 3,57% dan juga pertumbuhan signifikan pada industri Kertas dan Percetakan yang mencapai 6,58%. Indeks PMI Indonesia pada bulan Juni 2022 senilai 50,2 berada di bawah rata-rata negara ASEAN dan masih di bawah rata-rata capaian tahun 2022 yang sebesar 52,5.
