News

Strategic Forum Perdagangan Internasional : Indonesia EAEU FTA – 15 Desember 2025

Dalam upaya memperluas akses pasar dan memperkuat daya saing ekspor Indonesia di kawasan non-tradisional, maka Pemerintah Indonesia dan Negara-negara anggota Eurasian Union ( EAEU ) mengumumkan penyelesaian Indonesia – EAEU Free Trade Agreement ( I-EAEU FTA ) yang diharapkan akan mendorong diversifikasi ekspor dan memperkuat kemitraan ekonomi. Untuk memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai manfaat perjanjian ini dan memperkuat jejaring antara pemerintah dan dunia usaha, serta mendorong pemanfaatan I-EAEU FTA secara optimal, Direktorat Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional – Kementerian Perdagangan mengadakan Strategic Forum Perdagangan Internasional : Indonesia – EAEU FTA. Menteri Perdagangan – Budi Santoso dalam keynote speechnya menyampaikan, Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia–Eurasian Economic Union ( Indonesia–EAEU FTA ) akan segera ditandatangani. Penandatanganan perjanjian ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperluas akses pasar Indonesia di Eurasia. Mendag mengungkapkan, melalui Indonesia–EAEU FTA, Indonesia akan memperoleh akses peluang pasar yang lebih luas di kawasan Eurasia, yang mencakup Armenia, Rusia, Belarusia, Kyrgyzstan, dan Kazakhstan. Kawasan ini memiliki potensi pasar yang signifikan dengan jumlah penduduk sekitar 179,8 juta jiwa. Menurutnya, hal ini selaras dengan banyaknya potensi perdagangan Indonesia dengan negara-negara Eurasia. Pada 2024, ekspor Indonesia ke EAEU disebutnya mencapai US$1,9 miliar, dengan total perdagangan sebesar US$4,5 miliar. Dalam lima tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan total perdagangan Indonesia–EAEU tercatat sebesar 21,45%. Sementara dalam sambutannya, Deputi Perdana Menteri Belarusia – Viktor Karankevich mengungkapkan, Belarusia bersama negara anggota EAEU siap menandatangani perjanjian Indonesia-EAEU FTA bersama negara anggota Uni Ekonomi Eurasia. Pada 24 November 2025, Presiden Belarusia – Alexander Lukashenko telah menandatangani Keputusan Presiden yang menyetujui rancangan perjanjian tersebut. Sejalan dengan itu, seluruh pemangku kepentingan, mulai dari instansi pemerintah, kamar dagang dan industri, asosiasi usaha, hingga pelaku bisnis Indonesia dan negara-negara EAEU didorong untuk mempersiapkan diri memanfaatkan Indonesian-EAEU FTA. Pada sesi diskusi, acara ini menghadirkan beberapa narasumber, diantaranya adalah Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag – Djatmiko Bris Witjaksono; Atase Perdagangan RI Moskow – Ardianto; Direktur Utama PT Bio Farma – Shadiq Akasya; Kepala Pusat Penelitian Makroekonomi dan Keuangan Badan Riset dan Inovasi Nasional – Zamroni Salim; dan Ketua Bidang Perikanan dan Peternakan Dewan Pimpinan Nasional APINDO – Hendra Sugandhi. Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Menteri Perdagangan – Dyah Roro Esti; Duta Besar Belarusia Jakarta – Raman Ramanouski; Duta Besar Armenia Jakarta – Serob Bejanyan dan Sekretaris Ditjen PPI Kemendag RI – Basaria Tiara Desika L. Gaol.

Tinggalkan Balasan