News

NgoBar ( Ngobrol Bareng ) Terobosan Supply Chain dan Investasi Usaha Pengolahan Perikanan dalam Menghadapi Covid 19 – 4 Juni 2020

Teknologi supply chain sangat dibutuhkan dalam menyelesaikan persoalan logistik bagi pelaku usaha pengolah perikanan ditengah pandemi Covid-19. Logistik yang membutuhkan biaya yang tinggi, membutuhkan investasi yang juga tidak sedikit. Para pelaku usaha tentunya harus memikirkan agar logistik berjalan dengan baik dan investasi usaha juga stabil. Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan ( Ditjen PDSPKP ) dan Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia ( MPHPI ) mengadakan NgoBar ( Ngobrol Bareng ) dengan tema  ” Terobosan Supply Chain dan Investasi Usaha Pengolahan Perikanan dalam Menghadapi Covid-19 ” secara online ( vicon ) via zoom. Tema ini menjadi perbincangan hangat di sektor pengolahan perikanan dikarenakan adanya pandemic covid-19 yang menyebabkan industri agak tersendat. Dalam Pengantarnya, Dirjen PDSPKP -. Nilanto Perbowo sangat menyambut baik tema diskusi sini. Semua stakholder pengolahan perikanan harus saling bersinergi untuk memecahkan permasalahan logistik bagi pelaku industri. Dengan adanya diskusi ini permasahan investasi dan logistik bisa diketahui dan mencari win-win solusion.  Harapan tentunya sektor logistik dan investasi lebih baik kedepannya. Acara ini dimoderatori oleh Roike Montolalu – Korwil MPHPI Sulawesi Utara. Pemaparan pertama disampaikan oleh Direktur Usaha Investasi KKP –  Catur Sarwanto yang menyampaikan terkait realisasi investasi kelautan dan perikanan dan juga adanya pelambatan realisasi investasi pada tahun 2019. Pada Tahun 2020 beliau menjelaskan adanya peningkatan realisasi investasi. Beliau juga menyampaikan adanya kenaikan Kredit Usaha Rakyat Sebesar 3,7 Triliyun. Selanjutnya pemaparan oleh Direktur Logistik – Innes Rahmania yang menjelaskan bagaimana kondisi logistik pada era pandemi ini. Logistik yang mahal menjadi permasalahan yang harus diselesaikan, karena kebutuhan bahan baku industri yang menurun. Adanya kebijakan terobosan terkait sinergi transportasi ( multimoda ) kerjasama dengan berbagai BUMN untuk mengangkut bahan baku sudah dilakukan. Beliau juga menyampaikan juga terkait dengan Sistem Resi Gudang untuk solusi logistik. Selanjutnya, Pembahas disampaikan oleh Ketua umum AP5I – Budhi Wibowo yang kemudian membahas terkait untuk masalah investasi untuk bagian hulu, terutama bahan baku. Jika ini diselesaikan maka investasi akan mudah masuk. Dalam pembahasannya Budi Wibowo juga membahas terkait logistik yang tidak terintegrasi, sehingga dibutuhkan sistem transportasi integrasi untuk menekan biaya transportasi. Selanjutnya juga ada ulasan dari Ketua umum MPHPIAdy Surya yang menekankan untuk meningkatkan KUR untuk sektor pengolahan yang juga masih rendah ( hanya 3 % ). Beliau juga menekankan untuk sektor logistik dengan memaksimalkan kapal pengangkut untuk distribusi bahan baku industri. Adi Surya berharap tidak ada lagi ego sektoral dan semua yang terkait harus bersinergi. Ulasan dari Sugeng Hari Wisudo terkait sistem Block Chain yang bisa dilakukan oleh KKP.

Tinggalkan Balasan