Rapat Percepatan Pembangunan dan Pengembangan Industri Perikanan Nasional – 28 April 2020
Kemenko Maritim dan Investasi mengadakan Rapat Koordinasi secara online ( vicon ) via zoom terkait Percepatan Pembangunan dan Pengembangan Industri Perikanan Nasional melalui Jaminan Pemenuhan Bahan Baku dalam Rangka Peningkatan Nilai Tambah Komoditas Perikanan. Bahan baku produk perikanan bisa berasal dari hasil budidaya dan tangkap. Untuk bahan baku perikanan dari tangkap, pelabuhan perikanan berperan penting dalam memenuhi kebutuhan ikan bahan baku bagi industri pengolahan ikan. Diharapkan bahan baku yang dihasilkan baik dari tangkap maupun budidaya bisa mengisi kebutuhan bahan baku untuk memanfaatkan kapasitas terpasang yang sudah ada. Salah satu solusi yang diusulkan untuk memperlancar pengangkutan ikan yang melimpah di Indonesia Timur ke industri pengolahan barat masih dibahas. Sebenarnya ada cara lain, yakni memindahkan industri pengolahan dari barat ke timur. Namun, ide itu juga sulit diimplementasikan karena keterbatasan infrastruktur listrik, jalan, air bersih, dan pelabuhan. Belum bisa optimalnya distribusi ikan segar dari sumber bahan baku ke sentral industry masih menjadi kendala besar, sedangkan ikan segar tersebut mempunyai kelemahan tidak awet sehingga sulit di distribusikan secara meluas dan massif. Kondisi pasar dalam negeri lebih dipengaruhi oleh distribusi yang belum siap untuk handling produk frozen. Sedangkan ikan frozen bisa disimpan dalam waktu lama asalkan suhu dijaga tetap dibawah nol derajad C, tanpa mengurangi kualitas dan nilai gizi sehingga bisa didistribusikan secara meluas. Salah satu yang perlu disiapkan adalah infrastruktur logistik gudang beku (cold storage) sebagai sarana penting untuk produk perikanan, gudang kering, mesin pembeku (ABF), pabrik es/ice flake machine, dan moda transportasi berinsulasi. Diperlukan kerjasama dengan kementerian terkait lainnya untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri pengolahan perikanan, semisal impor bahan baku untuk industri pengolahan perikanan dikala bahan baku yang dibutuhkan tidak terpenuhi atau tidak ada.
