Webinar Recovery of the food & Beverage Industry after corona virus – 20 Mei 2020
Pandemi virus corona membuat semua bisnis terhantam sehingga perekonomian tersendat. Hal ini juga berdampak pada industri makanan dan minuman. Kendati demikian di tengah situasi seperti ini masih banyak peluang yang dapat dilakukan pelaku bisnis makanan dan minuman. Untuk melihat peluang yang ada Krista Media mengadakan Webinar Recovery of the food & Beverage Industry after covid 19. Salah satu dampak yang terkena adalah ditutupnya restaurant ( untuk dine in ) pada masa PSBB. Salah satu peluang untuk restaurant dengan aktifnya Cloud Kitchen yang merupakan restoran dengan konsep yang hanya menawarkan layanan pesan antar tanpa menyediakan fasilitas makan di tempat. Menyambut era baru yaitu new normal, semua sektor diminta bersiap untuk bergerak, termasuk industry pengolahan perikanan.
Industri pengolahan perikanan diharapkan bersiap menyambut new normal dengan mengutamakan higienitas atau kebersihan dari produknya. Lebih jelasnya, terdapat empat perubahan yang perlu diantisipasi dengan adanya perubahan pola kehidupan pada era new normal ini :
- Shifting in sales channels.
Pergeseran saluran penjualan dimana saluran penjualan makanan kini semuanya harus mengikuti protokol kesehatan Covid-19.
- Shifting the mindset of earning income and spending.
Dalam mencari pendapatan dan pengeluaran pun pelaku bisnis perlu berubah. Pelaku bisnis perlu mengetahui setiap kelas sosial yang memiliki karakter berbeda, akan dipengaruhi oleh Covid-19. Hal inilah yang akan menimbulkan perubahan dalam gaya hidup setiap konsumen. Konsumen tidak mikir beli yang mewah, mahal, tapi lebih mikir bagaimana kehidupannya dengan membeli makanan yang lebih bergizi dan lain sebagainya.
- Shifting in the mindset of food safety and resource.
Konsumen akan cenderung memperhatikan bagaimana kebersihan makanan dan keamanan dari produk yang akan dibelinya. Konsumen akan lebih ingin mengetahui dari mana asal makanan, sehat atau tidak, nutrisinya, dan lainnya.
- Shifting in brand loyalty.
Pada perubahan ini, konsumen cenderung tidak melihat merek atau brand dari produk makanan minuman. Brand akan menempati posisi kedua atau ketiga dalam hal yang dicari konsumen, karena sekarang konsumen lebih memikirkan ketersediaan. Begitu mereka membeli barang tidak tersedia, mereka tidak mikir merek apa, langsung mencari yang ada saja. Tapi mereka juga akan memikirkan safety, kalau tidak safety, mereka tidak akan membeli.
