News

Rakor Logistik – 19 Mei 2020

Logistik merupakan salah satu faktor penentu dalam pengelolaan produk perikanan, terutama karena ikan merupakan komoditas barang yang cepat rusak ( perishable ). Dalam rangka koordinasi dan sinkronisasi aspek logistik bidang kelautan dan perikanan, Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi melalui Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim melaksanakan Rapat Koordinasi secara online ( vicon ) via zoom. AP5I yang di wakili oleh Budhi Wibowo sebagai Ketua umum sangat fokus menindaklanjuti mengenai logistik untuk produk perikanan. Logistik UPI diperlukan dari mulai tempat pendaratan Ikan/dari pembudidaya sampai ke pabrik, kemudian dari pabrik ke konsumen. Terjadinya pandemi covid-19 merubah kondisi market saat ini dimana market untuk food service ( hotel, restaurant, kafe, catering ) turun sangat tajam, sedangkan market untuk retail ( konsumen akhir ) baik lewat retailer ( supermarket ) stabil bahkan penjualan online tumbuh dengan pesat. Permintaan terhadap produk-produk frozen, produk siap saji dan siap masak  ( ready to eat/ ready to cooked ) meningkat sangat  pesat. Potensi pasar dalam negeri untuk produk olahan perikanan  frozen amat luas tetapi belum bisa tergarap dengan baik karena kendala dalam transportasi untuk produk frozen. Kendala tersebut bukan hanya untuk olahan perikanan saja tetapi juga pada distribusi  frozen food lainnya.

Kendala logistik untuk produk frozen :

  • Tidak adanya layanan hulu ke hilir bagi pelaku bisnis atau individu.
  • Layanan logistik nasional masih terfragmentasi.
  • Masing-masing moda transportasi berorientasi pada layanan jaringan jaringan masing-masing, misalnya konsumen hanya mendapatkan pelayanan satu moda transportasi saja ( darat/udara/laut ) bukan multi moda dan hanya port to port.
  • Konsumen harus mengeluarkan biaya tambahan untuk logistik door to door ( user ).

Dari kendala logistik yang ada, Ketua Umum AP5I – Budhi Wibowo mengusulkan :

  • Perlu dukungan pemerintah/BUMN ( KAI ,PELNI , GARUDA, dll ) untuk mendukung logistik produk frozen food.
  • Perlu bekerja sama dengan berbagai perusahaan logistik baik untuk pengiriman antar kota/pulau atau delivery door to door.
  • Perlu dukungan sarana/peralatan yang berkaitan dengan rantai dingin.
  • Membangun jalur distribusi produk frozen food dengan menyediakan alat transport ( kereta dan kapal )  yang  mempunyai sarana penyimpanan produk beku ( reefer container, cold storage mini/portable ).
  • Menyediakan sarana penyimpanan produk beku ( reefer container, cold storage mini/portable ) pada stasiun-stasiun utama/pelabuhan/airport untuk tempat penyimpanan sementara sebelum didistribusikan.
  • Penyediaan koneksi hubungan dari stasiun ke area tujuan, bekerjasama dengan perusahaan logistik yang ada saat ini.

Memberikan solusi one stop solution dari Kereta Api Logistik ( KALOG )  atau kapal-kapal PELNI untuk distribusi produk frozen.

Tinggalkan Balasan